KILASSULAWESI.COM, MAROS – Sempat menjalani penanganan medis di dua Rumah Sakit, Brigadir Dua (Bripda) Aan Sulhaq Bakri, akhirnya mengehembuskan nafas terakhir pascakecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Maros-Bone, Lingkungan Pakalu, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Selasa 26 Mei 2020.
Bripda Aan yang bertugas di Ditsabhara Polda Sulsel itu mengalami kecelakaan sekira pukul 06.30 tadi pagi, ia ditabrak oleh pengendara roda dua jenis Yamaha Jupiter MX King, dengan nomor polisi DD 2478 MI yang lebih dahulu meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bantimurung.
“Innalillahi Waa Innailaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah keluarga kami Bripda Aan yang tadi pagi mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Poros Bantimurung,” ujar salah seorang keluarga Korban, Andi Baso, kepada Parepos.co.id melalui pesan instan whatsapp.
Almarhum Bripda Aan yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan H. Juli Bakri dan Hj. Syamsinar itu meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis yang cukup serius di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Kota Makassar yang dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang, Maros pagi tadi.
“Almarhum sempat mendapatkan penanganan awal di RSUD Salewangan setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, namum belum lama di RSUD, Almarhum langsung di rujuk menuju RSWS dan beberapa jam setelah perawatan, kami mendapatkan kabar duka kalau almarhum tutup usia sekira jam 09.30 malam hari tadi,” ungkap Baso, yang juga tetangga Almarhum.
“Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga, almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros,” tambahnya.
Peristiwa kecelakaan maut tersebut bermula ketika Herul yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX King, dengan nomor polisi DD 2478 MI dan berboncengan dengan istrinya, Suriyanti bergerak dari arah Maros menuju Bone.
Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba dari arah berlawanan datang sepeda motor dinas Polisi yang kendarai oleh Bripda Zulhaq Bakri, sehingga langsung bertabrakan.
“Herul boncengan sama istrinya dan saat di lokasi dia mengambil jalur kekanan sehingga bertabrakan dengan Bripda Aan. Herul diduga mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, sehingga mengambil jalur berlawanan,” Ucap AKBP. Musa, Kapolres Maros.
Sebelum meninggal dunia, Bripda Aan Zulhaq sempat mengalami luka lengan kanan patah, mata bengkak, mulut bengkak dan mengeluarkan darah dari telinga. Sedangkan Herul mengalami luka memar pada kepala, bengkak pada hidung dan keluar darah dari telinga dan mulut, sementara istrinya, Suriyanti mengalami luka robek pada lutut dan betis sebelah kanan serta luka robek pada dahi.(tip)






