KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Puluhan hektare tambak di dua Kecamatan yakni Kecamatan Polewali dan Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar terendam banjir.
Kepala Bidang Budidaya Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Polman Ahmad mengatakan, pasca hujan deras yang mengguyur Kabupaten Polman pada jumat malam 22 Mei 2020 ada dua Kecamatan yang tambaknya terendam Banjir,yakni Kecamatan Matakali sekira 45 hektare tambak ikan dan udang di Desa Patampanua dan Kelurahan Matakali.
Sementara di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali perbatasan Mammi ada 25 hektare yang terendam banjir. “Berdasarkan laporan dari petugas lapangan di Matakali itu paling luas yang terdampak.yakni 45 hektare, terdiri dari tambak ikan bolu, nila dan udang paling banyak yang hanyut.sehingga petani tambak itu merugi,dalam perhektar itu sampai 5 jutaan dan untuk petani udang kerugiannya mencapai sepuluh jutaan,” terang Kabid Budidaya Tangkap, Ahmad. Kamis 28 Mei, sore tadi.
Pihaknya masih terus melakukan inventarisir berapa petambak yang terdampak dan luasan secara menyeluruh untuk kemudian kami laporkan ke pusat. Mudah-mudahan pusat dapat memberikan bantuan kepada petambak kita yang terdampak minimal bantuan bibit ikan untuk tahun depan.
Ahmad juga menyampaikan, puluhan hektare tambak di Matakali yang terdampak banjir termasuk tambak ikan nila yang ikannya habis hanyut dan dinikmati oleh masyarakat lainnya yang melakukan penangkapan liar.
Sementara itu, salah satu masyarakat Kelurahan Polewali Rahman yang tinggal di dekat empang di Kelurahan Polewali, mengungkapkan jika saat banjir datang banyak masyarakat yang menangkap ikan yang hanyut. “ada yang dapat sampai satu karung ikan bolu yang lepas dari empang karena air sangat tinggi sampai masuk dirumah,”ujar Rahman.(win)






