KILASSULAWESI.COM, PANGKEP– Usaha tidak akan menghinati hasil. Pepatah itu terbukti pada Topan Lesmana. Seorang petugas medis di Puskesmas Pangkajene, Pangkep. Ia berhasil masuk dalam nomine kategori The Futuare Leader pada Anugrah ASN 2020 Kemenpan RB. Topan sapaannya, bertugas sebagai perawat UGD. Sekaligus koordinator perawatan kesehatan masyarakat Puskesmas Pangkajene. Dirinya mulai bertugas pada 2015 silam.
Tak langsung jadi ASN. Sebelumnya mengabdikan diri sebagai tenaga honorer di wilayah kepulauan, Kecamatan Liukang Tupabbiring sejak 2009. Hingga terangkat menjadi CPNS di tahun yang sama. Putra kelahiran Pangkajene, 6 April 1987 ini menyelesaikan pendidikan D3 keperawatan di Akper Muhammadiyah Makassar. Kemudian lanjut S1 keperawatan Stikes Daya, hingga menyelesaikan pendidikan ditingkat Ners di Stikes Yapika Makassar.
Terbilang banyak terobosan dan inovasi yang telah dihadirkannya. Salah satunya, inovasi yang dinanamakan Kampung Cerdik. Programnya, cek kesahatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet gizi seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres. Program inilah yang mengantarkan dirinya masuk nomine kategori The Futuare Leader pada program Anugrah ASN 2020.
Sebelum itu, Topan pula pernah diganjar penghargaan dari inovasi tersebut, yakni Gold Award dari Kemenkes tahun 2019, Satu Indonesia Award dari Astra tahun 2017. Dan juga meraih juara 2 lomba inovasi daerah tahun 2018. Hingga memperoleh pula penghargaan perawat teladan di tingkat provinsi tahun 2018 silam.
Dijelaskan Topan, untuk inovasi Kampung Cerdik itu, dirinya sebagai inisiator. Bersama kru petugas medis Puskesmas Pangkajene melakukan kunjungan lapangan diwilayah kerjanya. Di tengah kunjungan lapangan, ia menemukan perkampungan yang lingkungan kesehatannya miris.
Maka dari itu, pendaataan pun dilanjutkan. Hingga menerapkan inovasi tersebut dan menjadikan perkampungan tersebut menjadi kampung percontohan. Kampung itu adalah Bonto Labbere, Kelurahan Pabbundukang, Kecamatan Pangkajene.
Di kampung itu, dari hasil pendataannya selama dua pekan, ditemukan banyak kasus penyakit. Di antaranya hipertensi cukup tinggi, diabetes, penyakit gula, dan kanker. “Inovasi ini sudah berjalan empat tahun sejak 2016 silam. Inovasi dapat terapkan dan diterima masyarakat. Tingkat kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat diwilayah itu meningkat. Penerapan lingkungan sehat pula pun kian disadari. Hingga kasus penyakit pun diwilayah itu turun secara signifikan,” katanya, kemarin.
Tidak sampai disitu, penerapan inovasi telah direplikasi ke seluruh wilayah tugas di Pangkajene. Dari prestasi yang diraih, hingga gagasan dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan, Topan pun diberi apresiasi Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid. Diberangkatkan umrah pada 2019 lalu.
Saat ini, Topan fokus pada inovasi barunya yang dinamakan Ojek Antar Layanan dan Periksa Kesehatan (ANTARIKSA).
Pada pandemik Covid-19, pradigma sebagian masyarakat takut akan memeriksakan kesehatannya secara langsung ke puskesmas atau rumah sakit.
“Sebagian masyarakat takut periksa kesehatan karena takut dengan anggapan korona. Nah ini kemudian kita tepis, dengan turun langsung ke masyarakat memeriksa kesehatan secara berkala,” katanya. Inovasi Topan itu diapresiasi. Oleh Kepala Puskesmas Pangkajene, drg Erfia Tenriuji. Ia disebutkan pegawai yang multi talenta dan memiliki gagasan dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan. “Tentu suatu kebanggaan, dan hal yang wajar jika ia masuk nomine. Karena memang Topan salah satu pegawai yang betul-betul memperhatikan dan memiliki daya memajukan pelayanan kesehatan yang bermutu,” ujarnya. (awi/B)






