Silaturahmi Dirjen Pendis Kemenag ke IAIN Parepare, Ahmad Sultra Berharap Menjadi Universitas Sains Islam

KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan kegiatan silaturahmi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), Prof DR Muhammad Ali Ramdhani sekaligus dalam rangka Penguatan Manajemen Perguruan Tinggi Berorientasi Kualitas dan Bebas Korupsi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, Jumat 6 November. Turut hadir Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani, S.Tp, M.T, Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan M.Si, Wakil Rektor dan Kepala Biro IAIN Parepare, Ketua Senat beserta anggota senat IAIN Parepare, Dekan, Direktur Pasca Sarjana IAIN Parepare, Para Ketua Lembaga dan para dosen lingkup IAIN Parepare

Bacaan Lainnya

Di depan Dirjen Pendis Kemenag RI, dan seluruh yang hadir di Auditorium, Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan dalam pidatonya ia mengemukakan beberapa prestasi dan penghargaan yang dihasilkan oleh kampus yang malebbi, warekkadana, makkiade ampena tersebut. Salah satunya, dinobatkan juara 1 lomba debat antar perguruan tinggi se Indonesia di Banten.

Dan juga kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual dan berbasis di rumah peserta KPM, meraih rekor MURI setelah peserta KPM berhasil menampilkan lebih dari 1.000 video dakwah moderasi beragama. “Selain itu, kita juga sementara mengusulkan satu kegiatan akademik yaitu perkuliahan secara virtual, dengan menggunakan aplikasi edlink dari Perusahaan PT Sentra Vidya Utama (Sevima). Nah, dalam penelusuran PT Sevima, ternyata IAIN Parepare merupakan pengguna terbesar pada aplikasi edlink di Indonesia pada perguruan tinggi se Indonesia,” ujarnya.

Dalam hal pengembangan IAIN Parepare, Ahmad Sultra menegaskan, IAIN yang saat ini setelah berubah bentuk yang dulunya STAIN, tidak serta merta ingin menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), seperti harapan-harapan IAIN pada umumnya.

Akan tetapi, ia mengharapkan kedepan IAIN Parepare berubah bentuk menjadi Universitas Sains Islam. “Parepare ingin suatu saat nanti, siapapun pimpinannya, ini suatu amanah, agar menjadikan IAIN Parepare menjadi Universitas Sains Islam, dan merupakan yang pertama di Indonesia. Ketika kita mengusulkan menjadi Universitas sains islam, kita mampu mewujudkannya, karena kita memiliki banyak kekayaan alam yang ada di Kota Parepare,” tegasnya.

Selain itu, ia beserta pihaknya berharap memiliki sebuah program studi yang unik, yaitu program Pariwisata Syariah, yang mana baru ada dua di Indonesia.”Kami ingin bermimpi memiliki satu pulau sebagai laboratorium dari program studi pariwisata syariah. Ada satu pulau di sebelah barat Kota Parepare. Dalam rangka jadikan laboratorium. Semoga dapat support anggaran dalam rangka untuk membeli pulauu tersebut. Agar memiliki objek wisata yang memang dikelola secara syariah” harapnya.

Sementara itu, Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof DR Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan apresiasinya kepada IAIN Parepare dalam mewujudkan keinginannya menjadi Universitas Sains.

“Saya mengapresiasi dan memberikan semangat bagi IAIN Parepare, tentunya dalam mewujudkan keinginan harus dilakukan dengan sunguh-sungguh, dan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, untuknya itu harus dilakukan sinerji bersama sehingga universitas sains menjadi nyata,” katanya

Ia juga berpesan pada mahasiswa IAIN Parepare, agar menjadikan pandemi ini sebagai tantangan dan tak berhenti berfikir.

“Teruslah belajar, masa pandemi tidak mesti membuat kita berhenti berfikir, itu dibuktikan dengan teknologi saat ini yang membantu manusia dengan mengenal zoom meeting dan lainnya untuk proses pembelajaran,” pesannya.

“Justru karena kita menemui keterbatasan muncullah kreatifitas, dan melalui ketertekanan akan lahir inovasi yang membuat teknologi pembelajaran semakin maju dan membawa ruang yang lebih baru,” tambahnya.

Dia berharap seiring perkembangan fisik yang kian cepat, mesti dibarengi dengan prestasi akademik dan mesti melahirkan pengaruh untuk pengembangan masyarakat.

“Saya harap IAIN Parepare tidak haya sekedar membangun fisik saja tapi juga mencerdarsakan civitas akademiknya agar mengantarkan kemudahan IAIN Parepare pada ruang yang lebih luas,” harapnya.(dar/B)

Pos terkait