Camkan !!!! Dua Solusi Tertibkan Pasar Lakessi

Pasar Rakyat Lakessi dari arah belakang

PAREPARE, KILASSULAWESI– LSM Sorot Indonesia turut bersuara atas kisruhnya pasar Lakessi. Keinginan pemerintah Kota Parepare untuk merelokasi pedagang masuk kedalam los tak sepenuhnya berhasil. Bahkan beberapa diantara pedagang menolak dengan alasan tempat yang sempit dan kurangnya akses pembeli hingga dagangan tidak laku.

Wakil Ketua LSM Andi Asrida mengatakan, dua solusi yang tepat untuk menertibkan Pasar Lakessi yang sejauh ini masih jalan ditempat. Ia bilang, pemerintah harus mengambil langkah tegas yang didukung oleh DPRD. “Kalau mau serius, coba lakukan penertiban menyeluruh. Banyak penjual di Jalan Amin Laengke itu juga harus ditertibkan atau dikembalikan seperti semula,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya banyak pembeli yang tidak ingin masuk ke dalam los karena merasa nyaman berbelanja diluar pasar. Selain karena akses yang mudah, juga tidak merepotkan. “Itu tadi banyak penjual di Amin Laengke itu didatangi pembeli karena disitu mereka merasa nyaman. Tapi coba tertibkan semua itu, pasti pembeli akan masuk ke pasar,” ujar Andi Asrida.

Solusi yang kedua kata mantan jurnalis tersebut dengan menggabungkan antara Pasar Sentral Lakessi dengan Gerbang Niaga. “Gabungankan ini pasar dengan dibuat akses jalan, jangan ada tembok pemisah,” tuturnya.

Andi Asrida juga melihat biang kekacauan baru karena banyaknya penjual dari luar menggunakan mobil datang ke pasar. Mereka lalu menjajakan dagangannya diarea luar pasar diatas mobil mereka, sehingga memancing pembeli datang.

“Itu juga penjual dari luar daerah, menggunakan mobil menjual di pasar Lakessi. Seharusnya mereka diatur pukul 07.00 pagi mereka sudah pulang. Karena pembeli tertarik kesana,” katanya.

Dirinya juga bahkan meragukan keseriusan pemerintah dan para wakil rakyat dalam menuntaskan persoalan pasar. Sebab, kata dia, dari sekitar 2.000 an los yang ada didalam Pasar Sentral Lakessi, hanya 400 los yang terpakai. “Di Pasar Sentral saja itu masih ada 1.600 los tidak terisi, inilah makanya saya tantang DPRD untuk meluruskan persoalan pasar karena mereka ini fungsinya pengawasan tetapi tidak maksimal. Jangan hanya menerima aspirasi dan laporan, tapi coba turun kebawah melihat langsung kondisinya,” sesalnya.(*)

Pos terkait