Kompak Aksi di Kantor DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir: dr Yamin Sengaja Mengacaukan Lembaga

Ketua dan anggota DPRD saat menerima peserta aksi unjuk rasa di ruang sidang DPRD Kota Parepare

PAREPARE, KILASSULAWESI– Ketua DPRD Kota Parepare, H Kaharuddin Kadir didampingi Anggota DPRD Parepare, Kamaluddin Kadir menerima kedatangan peserta aksi unjuk rasa di ruang sidang Gedung DPRD Kota Parepare, Kamis, 13 Juli 2023.

Aksi Koalisi Masyarakat Parepare Anti Korupsi (Kompak) mendatangi Gedung DPRD usai melakukan aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Parepare yang diterima Kasi Intel Kejari Parepare.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan di ruang sidang DPRD Kota Parepare, perwakilan Kompak yang terdiri atas perwakilan aktivis menyampaikan berbagai hal atas kondisi Kota Parepare yang disebutnya dalam keadaan ‘Darurat Korupsi’.

Salah satu peserta aksi, HA Rahman Saleh dalam pertemuan itu menyampaikan berbagai dugaan atas kasus korupsi yang terjadi. Dan dinilainya berawal dari persetujuan penganggaran di DPRD. Bukan hanya itu, Rahman juga menilai dewan saat ini telah kehilangan nilai dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Salah satu proyek yang dinilainya patut menjadi perhatian, dan ia pun berani bertaruh ada korupsi dalam proyek Masjid Terapung. “Maka, kami berharap agar DPRD kembali ke jalan yang benar,” jelasnya.

Koordinator aksi dengan dipa perjalanan dinas yang diterimanya dari Ketua DPRD Parepare

Senada disampaikan, H Makmur Raona dimana dirinya menilai ada hak anggota DPRD yang selama ini tak pernah dilakukan. ” Hak interplasi, dan tak pernah dilakukan, dimana pengaduan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil. Hak angket atas kebijakan kepala daerah. Dan itu semua tak pernah dilakukan,”katanya.

Hak berpendapat juga demikian. “Maka kita meminta Ketua DPRD untuk menyuarakan hak-hak yang semestinya dilakukan dewan, karena belum pernah terlihat,”bebernya.

Masih terkait dana Dinkes, salah satu peserta aksi meminta agar anggota DPRD yang merasa terlibat, agar secara jantan dan berani menyerahkan diri ke aparat penegak hukum jika terlibat dalam kasus korupsi dana dinkes.

” Maka dugaan adanya keterlibatan anggota DPRD Parepare, perlu penegasan oleh Ketua DPRD untuk memastikan ada tidaknya oknum anggota terlibat. Panggil dan transparansikan, betul atau tidaknya dugaan itu,”timpal Makmur Raona.

Ketua DPRD Kota Parepare, H Kaharuddin Kadir menegaskan jika dirinya pada tahun 2015 sedang nonaktif dan saya tak tahu hal itu. ” Tanyakan ke terdakwa dr Yamin, karena informasi dari salah satu media jika ia sengaja ingin mengacaukan lembaga ini. Polisi periksa yang ada namanya dan hukum. Dan tidak ada itu Rp 5 miliar ke DPRD Parepare,”tegasnya.

Selain penegasan itu, Kaharuddin Kadir juga mengaku jika di DPRD tak pernah ada yang namanya begal anggaran.” Saya 20 tahun di DPRD,”ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Parepare, Kamaluddin Kadir pun mengaku atas berbagai dugaan dana dinkes yang disampaikan. “Pernah dibahas di banggar, dan telah ditindaklanjuti di TGUP. Semua namanya sudah dipanggil dan tak ada mengaku. Bahkan diminta untuk ganti rugi, namun tak ada yang mengaku. Sehingga kepolisian menindaklanjuti kasus dana dinkes tersebut,”jelasnya.

Aksi pun berakhir damai, dengan penyerahan DIPA perjalanan dinas oleh Ketua DPRD Parepare kepada Koordinator aksi Mutashim. Unjuk rasa pun berlanjut ke Kantor Wali Kota Parepare.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *