BKMT Parepare Diduga Berafliasi ke Parpol, Erna Rasyid Diminta Non Aktif

PAREPARE, KILASSULAWESI– Desakan agar Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Parepare untuk non aktif dari jabatannya kian mengemuka. Pasalnya, dengan kepemimpinan Hj Erna Rasyid Taufan yang juga merupakan Ketua DPD II Golkar Kota Parepare sudah tak sejalan dengan marwah organisasi menjelang Pemilu 2024 yang akan digelar 14 Februari 2023.

Penegasan itu disampaikan, Koordinator Aksi Forum Peduli Ummat (FPU) Kota Parepare, HA Rahman Saleh menyikapi kondisi organisasi tersebut yang berafliasi dengan politik. Desakan non aktif sementara, penting untuk menjaga harkat martabat BKMT sebagai wadah silaturrahim antar majelis taklim yang bergerak dibidang pendidikan, dakwah dan sosial ekonomi kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

 

Salah satu isi group yang diduga milik BKMT Kota Parepare

Wadah yg diprakarsai berdirinya oleh ustadzah kondang, Hj Tutiah Alawiyah di era tahun 80-an ini, sejak awal pendiriannya didasari oleh semangat pemberdayaan ummat, khususnya kaum muslimah yang tergabung dalam majelis taklim. ” Dan yang penting bahwa eksistensinya bersifat independen dan tidak berafiliasi pada kepentingan politik praktis manapun,”tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Rahman untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BKMT serta untuk menghindari komplik interes yang dapat menggiring BKMT dalam ranah politik praktis. Maka FPU menyarankan kepada beliau (Erna Rasyid) untuk non aktif sementara.

Mengingat jabatan beliau sebagai Ketua DPD II Golkar Parepare. ” Kita tidak ingin BKMT ini ditarik tarik pada kepentingan politik praktis seperti mengikuti pengajian bersama BKMT dan parpol tertentu dengan mengggunakan kerudung warna tertentu sebagaimana yang tertera dalam undangan resmi BKMT Kota Parepare,”jelasnya.

FPU pun mengharapkan masyarakat ikut serta mengawasi kiprah BKMT sebagai wadah ummat agar tetap beraktifitas sesuai koridornya. “Apa lagi selama ini BKMT menggunakan dana APBD hingga ratusan,”tutupnya. (*)

Pos terkait