PAREPARE, KILASSULAWESI– Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Parepare terindikasi menjadikan organisasi tersebut sebagai alat politik salah satu parpol dan peraup suara bagi caleg tertentu.
Hal itu setelah kembali beredar isi percakapan group WhatsApp BKMT, Rabu, 3 Januari 2023. BKMT Kota Parepare dibawah komando Ketua DPD II Golkar Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan tersebut, menyikapi soal sampah yang berserakan usai malam pergantian tahun di Lapangan Andi Makkasau.
Sebelumnya, Ketua Umum BKMT Pusat, Hj. Syifa Fauzia telah berulang kali menegaskan, BKMT bukanlah alat politik partai manapun, apalagi sebagai wadah untuk meraup suara di Pemilu.
Ia menuturkan, BKMT tidak berpolitik dan bukan organisasi partai politik mana pun. ” Jadi jika ada yang mencalonkan diri, itu pilihan pribadi dan jangan bawa-bawa BKMT. Ini penegasan buat semua,”ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia juga berpesan agar seluruh pengurus BKMT untuk selalu kompak dan sepakat. Dan jangan mau diracuni dengan perbedaan karena politik. Buktinya, kegiatan-kegiatan yang diadakan BKMT merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang ilmu agama Islam.
“Organisasi ini bukan milik pribadi, BKMT didirikan oleh Prof Hj Tuti Alawiah tahun 1981. Umurnya sudah 42 tahun. Dan Ibu Tuti sendiri sudah almarhum. Jadi tolong dijaga. Jangan nodai dengan politik hingga semuanya sampai terkotak-kotak,” imbuhnya.
Seperti diketahui, beredarnya WhatsApp group BKMT bukan untuk pertama kalinya. Hingga berita ini disiarkan blom ada penjelasan resmi atas kondisi tersebut.(*)






