MAKASSAR, KILASSULAWESI.COM — Mahasiswa asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Ahmad Habibi B berhasil meraih predikat cumlaude. Usai menyelesaikan penelitian tesisnya dengan judul Literasi Tafsir dalam Rubrik Ramadan pada media koran harian Fajar 1443 H.
Anak dari pasangan Baharuddin dan Halija ini, merupakan mahasiswa Ilmu Alquran, angkatan tahun 2022 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Kemudian mengambil rubrik Ramadan Harian Fajar menjadi penelitian magister.
Ahmad Habibi B menjelaskan rubrik ramadan yang ditelitinya itu menggunakan metode penelitian kualitatif atau library research yang digolongkan dalam penelitian lapangan.
“Eksistensi literasi tafsir di koran fajar merupakan sebuah penafsiran alquran yang disajikan dalam media cetak dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya,”jelasnya.
Habibi sapannya dengan penelitian ini berhasil meraih predikat cumlaude dan melangsungkan wisuda pada hari Rabu, 29 November 2023, sebagai Magister Ilmu Alquran.
Lebih jauh dijelaskan, rubrik ramadan di Harian Fajar itu dihadirkan dalam rangka menjawab perkembangan zaman yang semakin canggih. Sehingga Harian Fajar menyajikannya lewat rubrik khusus yang dapat dibaca langsung dan diakses melalui aplikasi epapernya.
“Dalam rubrik Harian Fajar disajikan khazanah Islam dari pelbagai sumber. Penafsiran pada Bulan Ramadan di Koran Fajar merupakan hasil wawancara wartawan kepada mufasir dengan tema yang telah diberikan oleh tim redaksi Harian Fajar yang berbeda-beda tiap harinya,”terangnya.
Adapun tema yang diangkat diantaranya, sempurnakan amalan sepuluh awal Ramadan, Raih Keistimewaan Ramadan, perbanyak doa, perbanyak istigfar hingga terkait dengan zakat fitrah pada menjelang akhir Bulan Ramadan.
“Harapannya lewat penelitian ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan rujukan tambahan informasi untuk masyarakat secara luas, terkhusus pada bidang akademik Ilmu Alquran dan Tafsir,” imbuhnya.
Dihadapan pembimbingnya, Prof Achmad Abu Bakar dan Prof Sohrah, menyampaikan bahwa, tujuan dari penelitian literasi tafsir yang dihadirkan Harian Fajar itu adalah menyebarluaskan kandungan-kandungan ayat alquran kepada masyarakat luas untuk diimplementasikan.
“Selain itu, sebagai wadah untuk mengajak masyarakat luas untuk mencintai Alquran, karena pada dasarnya amalan-amalan yang dilakukan mempunyai tujuan tersendiri dan koran menjadi salah satu media dakwah,” imbuhnya. (*)






