H Surianto Mundur, Wakil Ketua DPC Gerindra Parepare: Siap Membenahi

Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Parepare, Ahmad Yasin bersama Ketua DPC Gerindra Kota Parepare, H Surianto

PAREPARE, KILASSULAWESI– Gagal mencapai target 5 kursi pada Pemilu 2024 akan memberi konsekuensi berat bagi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Parepare. Pasalnya, Ketua DPC Gerindra Kota Parepare yang dikomandoi, H Surianto beberapa waktu telah memberikan sinyal akan kondisi tersebut hingga membuat ‘goyang’ di internal.

Hal itu pun dikaitkan sejumlah pihak atas janji dirinya siap mundur kalau tidak mencapai target 5 kursi di parlemen pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. “Ingat, apabila Parepare tidak mendapatkan 5 kursi di Pileg yang akan datang, maka saya sebagai ketua DPC siap mundur dari jabatan,” ungkapnya, dalam apel kader dan deklarasi pemenangan Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024 yang dirangkaikan pelantikan ketua dan struktur pengurus DPC Partai Gerindra, Kota Parepare pada bulan Juli 2022, lalu di Lapangan Sepak Bola, Sumpang Minangae.

Bacaan Lainnya

Bahkan beberapa waktu lalu, ia pun menuturkan keinginannya mau mundur kalau sudah ada yang siap menggantikannya. ” Memang saya mau mundur kalau sudah ada yang siap gantikan saya. Itu janji saya ,”tegas H Surianto yang juga merupakan Ketua TKD Prabowo-Gibran di Kota Parepare.

Beberapa pihak di internal Partai Gerindra pun mulai menyikapi wacana tersebut. Terlebih, sejak pelaksanaan Pileg 2024 usai digelar H Surianto dikabarkan sudah tidak berada di Parepare.

Wakil Ketua Gerindra Parepare, Ahmad Yasin yang mendengarkan informasi adanya goyangan diinternal partai tersebut menyatakan diri siap membenahi partai besutan Prabowo Subianto jika keinginan mundur dari H Surianto selaku Ketua DPC Gerindra itu terjadi. “Saya siap benahi partai, kalau pak ketua mundur,”ujar mantan Dosen UNM yang kini menjabat Ketua Pengembang Indonesia Sulselbar tersebut, Sabtu, 24 Februari 2024.

Kekosongan posisi ketua dalam internal partai itu tak bisa dibiarkan dan harus segera diisi, jika seandainya terjadi. Namun, kata Yasin, tentunya ada mekanisme sesuai hasil rapat pengurus partai dan semuanya itu adalah kewenangan DPP Partai Gerindra.

Ditambahkannya sesuai AD/ART partai tentang pergantian dan penyempurnaan pengurus sesuai pasal 16, bahwa pergantian pengurus terjadi karena pengunduran diri, diberhentikan, meninggal dunia atau pindah partai. Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Parepare, Yusuf Lapanna mengakui walau pun tidak mencapai 5 kursi. Akan tetapi pak Ketua mampu mendudukkan Gerindra dalam unsur pimpinan.

Bukan hanya itu, suara partai gerindra meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. ” Jadi kalau saya beliau tetap berprestasi, mampu mempertahankan kursi Gerindra, membawa unsur pimpinan dan menambah suara partai,”singkatnya.(*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *