Keajaiban di Laut: Remaja Hamil 17 Tahun Lahirkan Bayi Perempuan di KM Dharma Ferry 3

Andi Achmad dengan bayi mungil yang lahir di kapal milik PT Dharma Lautan Utama

PAREPARE, KILASSULAWESI–Perjalanan kapal KM Dharma Ferry 3, yang dimiliki PT Dharma Lautan Utama, dari Batulicin menuju Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare, pada Ahad siang, 16 Februari 2025, menjadi saksi sebuah keajaiban hidup. Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun melahirkan bayi perempuan mungil pada pukul 3 sore, sebelum kapal tiba di tujuan.

Ibu muda yang mengaku sebagai perantau di Serawak, Malaysia, ini memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, demi melahirkan di tengah keluarga.

Bacaan Lainnya

Suaminya, yang masih terikat kontrak kerja di kebun Malaysia, tidak dapat menemani kepulangannya. Kisah ini dimulai sejak keberangkatan kapal pada Sabtu malam, 15 Februari 2025.

Seorang saksi mata, yang juga seorang wartawan senior Andi Achmad, Jumat, 7 Maret 2025, dini hari tadi menceritakan pengalamannya dalam perjalanan pulang dari Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin.

Ia menceritakan pengalaman luar biasa ini. “Maaf, istri saya dulu melahirkan, tetapi saya tidak sempat menyaksikannya. Ini pengalaman pertama saya melihat proses melahirkan,” ujarnya sambil menikmati kopi di Warkop 588.

Pada malam itu, lanjutnya, ibu muda yang sedang hamil mulai merasakan sakit perut hebat. Dibantu oleh penumpang lain dan awak kapal, ia akhirnya dibawa ke poliklinik kapal yang berada di dek atas. Meski di tengah keterbatasan fasilitas dan dikelilingi mayoritas penumpang pria, beberapa penumpang perempuan datang membantu, memberikan doa dan dukungan moral.

Setelah 15 jam perjalanan, bayi perempuan itu lahir dalam kondisi sehat, disertai kebahagiaan luar biasa dari semua yang menyaksikan. ” Alhamdulillah, anak dan ibunya selamat. Saya bahkan membelikan susu dan memberikan sedikit uang untuk kebutuhan si kecil,” tambahnya.

Keajaiban lain datang ketika pelayaran yang biasanya memakan waktu 23–24 jam selesai hanya dalam 20 jam. Langit cerah dan laut tenang seakan memberikan restunya, mendampingi kelahiran bayi ini.

Mantan Pembina PWI Parepare itu menjadi  saksi bahwa malaikat mungkin turut menemani si kecil ke dunia. Dia pun memastikan jika kisah ini mengingatkan kita bahwa kehidupan, dengan segala dinamikanya, mampu membawa momen yang luar biasa bahkan di tempat yang paling tidak terduga. ” Semoga ibu muda dan bayi perempuannya selalu diberkahi dalam perjalanan hidup ke depan,”tutupnya sambil menikmati kopi bersama Kilassulawesi.com.(*)

Pos terkait