Kepala BPOM RI Menginspirasi Civitas Akademika di Jamia Hamdard, India

Prof. Taruna Ikrar

NEW DELHI – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. Taruna Ikrar, mendapatkan penghormatan istimewa untuk memberikan kuliah umum dan motivasi di salah satu universitas ternama India, Jamia Hamdard, yang berlokasi di jantung ibu kota negara, New Delhi. Kehadirannya menjadi simbol penting dalam membangun semangat keilmuan generasi muda India.

India, sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia, telah menjadi pusat pendidikan dan riset global. Forum bergengsi ini berhasil menarik ribuan mahasiswa dan dosen lintas fakultas, yang berkesempatan untuk mendengar langsung orasi ilmiah dan motivasi dari Prof. Taruna Ikrar.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, Prof. Taruna menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi internasional, dan integritas dalam dunia ilmiah. Ia memaparkan pendekatan kolaboratif ABG (Akademisi, Bisnis, dan Government) sebagai strategi untuk menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan. “Kolaborasi antara akademisi yang berpikir, dunia bisnis yang mengembangkan, serta pemerintah yang mengatur dan melindungi, adalah fondasi kuat untuk menghasilkan solusi riset yang relevan dan berdaya saing global,” tegasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh akademik terkemuka, termasuk Prof. M. Afshar Alam, Wakil Rektor Universitas Jamia Hamdard, serta Prof. Farhan J. Ahmad, Dekan Fakultas Pharmaceutical Education and Research Center. Keikutsertaan mereka menegaskan betapa pentingnya forum ini bagi pengembangan akademik dan riset universitas tersebut.

Diskusi ilmiah dipandu oleh Vinod Srinivas, seorang pakar yang dikenal atas dedikasinya dalam menjalin kolaborasi internasional di bidang kesehatan dan farmasi antara India dan Indonesia. Kehadiran Prof. Taruna Ikrar menciptakan momentum berharga bagi civitas akademika untuk menggali semangat keilmuan berskala global.

Sebagai ilmuwan berpengaruh, Prof. Taruna telah memublikasikan lebih dari 200 artikel ilmiah di jurnal bereputasi seperti Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Lima di antaranya terbit di jurnal prestisius Nature, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Keahliannya dalam neurofarmakologi dan penelitian obat untuk penyakit neurodegeneratif telah menjadikannya salah satu peneliti Asia dengan h-index tinggi, simbol pengaruh dan konsistensi di dunia ilmiah.

Pihak Jamia Hamdard menyatakan harapan besar bahwa kuliah umum ini akan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara India dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, serta pengawasan obat dan makanan.(*)

Pos terkait