PAREPARE– Stadion Gelora Habibie, di Kota Parepare kembali menjadi saksi jatuhnya sang tuan rumah, PSM Makassar, dalam lanjutan BRI Liga 1 pekan ke-30. Juku Eja takluk dengan skor tipis 0-1 dari Bali United. Gol tunggal yang dicetak oleh Privat Mbarga di menit ke-20 menghantam mimpi para pendukung setia PSM.
Seakan tak cukup menyakitkan, Bali United sejatinya berpotensi unggul dua gol. Sundulan Jaime Xavier yang sempat membobol gawang Reza Arya Pratama akhirnya dianulir oleh VAR. Namun itu tidak mengurangi kepedihan yang dirasakan oleh PSM dan suporternya.
Kekalahan ini mempertegas catatan buruk PSM Makassar di kandang sendiri, terutama setelah renovasi megah Stadion Gelora Habibie yang digadang-gadang akan menjadi benteng kokoh bagi sang juara bertahan.
Justru, Stadion ini menjadi saksi bisu kekalahan beruntun dari Arema FC, Persebaya, dan kini Bali United. Tambahan tiga poin dari laga ini mengangkat Bali United ke posisi ketujuh klasemen dengan raihan 44 poin. Ironisnya, raihan angka yang sama membuat PSM terperosok ke posisi kedelapan seolah menjadi bayangan buram dari kejayaan mereka di musim lalu.
Pelatih PSM, Bernardo Tavares, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Tim asuhannya disebut kalah bukan karena dominasi lawan, tetapi karena kegagalan dalam memanfaatkan peluang emas. “Kami lebih unggul dalam penguasaan bola, bahkan dua kali peluang kami kena mistar gawang. Tapi apa artinya semua itu jika tidak ada gol yang tercipta?” keluhnya pasca pertandingan, Jumat, 25 April 2025, malam tadi.
Dalam persiapan menghadapi Bali United, Tavares sudah mewanti-wanti skuadnya untuk mengantisipasi set piece dan transisi menyerang lawan. Namun, serangkaian latihan itu tak berbuah manis. “Kita sudah latihan keras, tapi mereka tetap mencetak gol dari transisi menyerang pertama mereka,” ucap pelatih asal Portugal tersebut.
Penampilan inkonsisten ini jelas menjadi sorotan utama bagi PSM Makassar. Suara kecewa dari suporter pun semakin keras menggema, menuntut perubahan yang lebih signifikan di tubuh tim. Kekalahan di kandang sendiri kini menjadi momok mengerikan bagi PSM Makassar.
” Jika tak segera bangkit, gelar juara musim ini bukan hanya jauh dari harapan, tetapi mungkin sekadar angan yang memudar di tengah kegemilangan tim lain,”ujar Iyan salah satu sporter yang tergabung dalam Red Gank PSM Parepare. (*)






