PAREPARE – Di balik riuhnya Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Parepare, tidak hanya di ikuti para pemilih resmi yang menentukan arah kontestasi, tetapi juga kekuatan dukungan dari anggota non-pemilih yang kerap disebut sebagai “Tim Hore-hore”.
Mereka menjadi elemen penting dalam menghidupkan atmosfer kompetisi, memberikan dukungan moril, serta membentuk opini yang dapat mempengaruhi jalannya pemilihan.
Dalam konferkot kali ini, tercatat ada sekitar 32 pemilih yang memiliki hak suara penuh. Namun, di luar itu, terdapat puluhan anggota PWI yang meski tidak memiliki hak suara, tetap mereka akan hadir berbicara dengan semangat berpartisipasi dan memberikan dukungan kepada kandidat pilihannya.
Hingga hari ini, Senin, 2 Juli 2025, sudah ada lima kandidat yang mengambil formulir pencalonan, yaitu Ade Cahyadi, Abd Razak, Fatahuddin, Samir, dan Rahman Halede. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring dengan semakin intensnya dinamika pemilihan.
Keterlibatan anggota non-pemilih menjadi fenomena menarik yang patut dicermati. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi secara aktif menyuarakan dukungan lewat berbagai cara.
Ketua Panitia Pelaksana Konferkot Parepare, Awaluddin, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan konferkot. Ia berharap agar proses pemilihan berlangsung dengan aman, tanpa mencederai tugas dan fungsi utama wartawan.
“Jurnalis harus memberi contoh yang baik dalam berdemokrasi. Tulisan dan sorotan yang kita buat selama ini dalam pelaksanaan demokrasi jangan sampai mencederai profesi sendiri,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap pemerintah Kota Parepare mampu membangun sinergi dengan PWI sebagai organisasi kewartawanan tertua di Indonesia. Menurutnya, keberadaan PWI bukan sekadar wadah profesi, tetapi juga pilar penting dalam menjaga transparansi dan kebebasan pers di daerah.
Semakin banyaknya kandidat yang maju diharapkan dapat memperkaya pilihan dan meningkatkan dinamika demokrasi di internal PWI Kota Parepare. Dengan semakin kuatnya suara dari berbagai elemen, baik pemilih maupun non-pemilih, konferkot kali ini menjadi ajang yang penuh gairah dan sarat makna bagi masa depan organisasi. (*)






