PAREPARE – Suasana Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Kota Parepare, Rabu, 2 Juli 2025, dipenuhi oleh massa aksi yang menyerukan lima tuntutan utama demi keadilan sosial dan ketertiban tata ruang kota.
Aksi damai yang dimotori oleh Jenderal Lapangan, Ricky Kadafi, mengusung semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi rakyat kecil. Dalam orasinya, Ricky menyampaikan lima poin krusial yang menjadi dasar aksi, yakni:
1. Menghidupkan kembali Pasar Senggol sebagai ruang ekonomi rakyat,
2. Membatasi frekuensi even di Lapangan Andi Makkasau agar tidak mengganggu aktivitas warga,
3. Menuntaskan pelanggaran Perda, termasuk aktivitas reklamasi di Pantai Cempae,
4. Memberi perhatian atas nasib PKL yang telah ditertibkan, dan
5. Merealisasikan janji politik, termasuk pengadaan seragam gratis bagi siswa PAUD hingga tingkat SMA/sederajat.
Lebih lanjut, Ricky menyoroti pelaksanaan Perda yang dinilainya diskriminatif. Ia bahkan mendesak agar kepala Satpol PP dicopot dari jabatannya karena dianggap melakukan penertiban secara tebang pilih.
Senada dengan Ricky, orator aksi lainnya, Tenri, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak memihak. “Penertiban harus berlandaskan keadilan. Aksi ini adalah misi kemanusiaan. DPRD seharusnya berpihak pada rakyat, bukan tunduk pada kekuasaan,” ujar Tenri dalam orasinya yang disambut tepuk tangan peserta aksi.
Tenri juga mengungkap adanya kecenderungan politis dalam penertiban aset. Ia berharap aksi kali ini dimaknai sebagai koreksi sosial, bukan sebagai gerakan politis.
Rombongan massa akhirnya diterima langsung di depan Gedung DPRD oleh Wakil Ketua DPRD Parepare, Yusuf Lapanna, didampingi Ketua Komisi II Kamaluddin Kadir dan Wakil Ketua Komisi I, Sappe.
Dalam keterangannya, Yusuf mengakui ada rasa kehilangan atas ditertibkannya Patato tempat usaha kuliner yang menurutnya tidak mengganggu ketertiban umum. Namun, ia menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah harus memberi kontribusi nyata kepada pemerintah.
“Kita tunggu Pj Sekda Parepare untuk berdialog langsung dengan peserta aksi,” kata Yusuf sambil mempersilakan massa memasuki ruang sidang DPRD.(*)





