MATARAM — Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025 yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim Kosti Sulsel berhasil meraih medali perak dalam lomba karnaval putra, Senin, 28 Juli 2025, menegaskan eksistensi sepeda tua sebagai bagian dari olahraga rekreasi yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.
Ketua Kosti Sulsel, Ir. Muzakkar Mustamin, bersama Sekretaris Irfan Mus, turut hadir mendampingi kontingen, menunjukkan dukungan penuh terhadap para onthelis Sulsel. Di bawah komando Iqbal Rahim Gani, Ketua Kosti Parepare sekaligus Ketua Satgas Tim Kosti Sulsel, tim tampil solid dan penuh semangat dalam parade sepeda tua yang menjadi daya tarik tersendiri di Fornas VIII.
“Prestasi ini bukan sekadar medali, tapi bukti bahwa sepeda tua mampu menyatukan semangat komunitas dan memperkuat identitas budaya olahraga masyarakat,” ujar Iqbal, yang juga dikenal aktif mempromosikan sepeda tua sebagai simbol sejarah dan silaturahmi.
Fornas VIII sendiri menjadi panggung besar bagi 74 induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 18.000 peserta dari 38 provinsi. Ajang ini tidak hanya menampilkan kompetisi, tetapi juga pertunjukan budaya, kuliner lokal, dan pameran komunitas yang memperkuat semangat sportivitas dan inklusivitas.
Sementara itu, Kosti Balangan dari Kalimantan Selatan juga mencuri perhatian dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang FORDA VII Kosti Kalsel. Atlet Baihaki dari Balangan sukses meraih emas di kategori sepeda cepat putra, sementara Norvah dan Zainal menyumbang medali perak dan perunggu di cabang sepeda lambat.
Pelatih Kosti Kalsel, Tarwin Patik Mustafa, menyebut prestasi ini sebagai bukti bahwa sepeda tua bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga sarana olahraga yang mampu berkontribusi nyata di tingkat nasional.
Dengan semangat “Kalah Menang Semua Senang” yang menjadi tagline Fornas VIII, komunitas sepeda tua dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga masyarakat adalah ruang ekspresi, edukasi, dan solidaritas. Kosti Sulsel pun siap melanjutkan kiprahnya, memperluas jejaring komunitas, dan menjadikan sepeda tua sebagai simbol kebanggaan daerah.(*)






