Sandeq Silumba 2025 Ditutup Meriah di Teluk Mamuju: Gubernur Sulbar dan Wamenpar Saksikan Ketangguhan Para Passandeq

MAMUJU — Laut Sulawesi Barat kembali menjadi panggung kejayaan tradisi bahari dalam etape terakhir ajang Sandeq Silumba 2025. Bertempat di Teluk Mamuju, sebanyak 55 perahu tradisional Sandeq beradu kecepatan dan ketangkasan, mengelilingi Pulau Karampuang yang menjadi ikon bahari Kabupaten Mamuju.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), bersama Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, menyaksikan langsung jalannya perlombaan dari kawasan Waterpark Hotel Maleo. Sorotan mata mereka tertuju pada layar-layar putih yang menari di atas gelombang, membawa semangat para passandeq yang tak gentar menghadapi tantangan angin laut.

Bacaan Lainnya

Lomba yang dimulai pukul 13.30 WITA ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian Sandeq Silumba 2025. Meski angin bertiup dari arah bawah, para passandeq menunjukkan kepiawaian dalam mengendalikan perahu, membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan keterampilan hidup yang terus diasah.

“Anginnya cukup bagus, tapi berat bagi para passandeq. Mereka harus melawan arah angin. Tapi karena kepandaian dan kecepatan mereka, semua bisa dilalui. Ini bukti bahwa mereka pantas diberi apresiasi,” ujar SDK.

SDK juga menyoroti kejutan dalam lomba, di mana beberapa tim yang sebelumnya tidak diunggulkan justru tampil gemilang dan keluar sebagai juara etape terakhir. Dengan nada bercanda, ia menyebut bahwa perahu yang memuat namanya di layar tetap berhasil meraih juara.

Kehadiran Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati memberi warna tersendiri dalam penutupan ajang ini. Selain menyaksikan perlombaan, kunjungan ke Mamuju menjadi perjalanan emosional baginya. Ia sempat kembali ke Tommo, tempat masa kecilnya saat mengikuti program transmigrasi bersama keluarga. “Saya tinggal di Tommo hingga usia tujuh tahun. Kembali ke sini rasanya seperti pulang,” ungkap Wamenpar dengan mata berkaca-kaca.

Rangkaian Sandeq Silumba 2025 akan ditutup malam ini melalui seremoni resmi di Ballroom Hotel Maleo Mamuju. Dalam acara tersebut, Wamenpar bersama Gubernur Sulbar dan Bupati Mamuju dijadwalkan menyerahkan medali dan penghargaan kepada para juara, termasuk gelar Juara Umum.

Ajang ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi tentang merawat tradisi, memperkuat identitas bahari, dan membangun kebanggaan daerah. Sandeq Silumba 2025 telah membuktikan bahwa laut bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang budaya yang menyatukan generasi.(*)

Pos terkait