Bursa Sekda Parepare: Momentum Menata Ulang Koordinasi Pemerintahan

Ist.

PAREPARE– Nama Budi Rusdi kembali mengemuka di lingkaran strategis birokrasi Kota Parepare. Sosok bersahaja yang kini menakhodai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu resmi masuk dalam bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) posisi sentral yang menentukan arah koordinasi lintas sektor pemerintahan.

Berangkat dari karier panjang sebagai ASN yang dimulai di Kabupaten Pangkep, Budi Rusdi dikenal sebagai figur berintegritas, konsisten, dan dekat dengan semangat pelayanan publik. Ia bukan nama baru dalam pemerintahan daerah, rekam jejaknya mencerminkan dedikasi yang tak lekang oleh waktu dan komitmen terhadap tata kelola yang berorientasi pada hasil.

Bacaan Lainnya

Jejak Prestasi dan Etos Pelayanan

Salah satu capaian monumental Budi adalah keberhasilannya membawa Parepare meraih penghargaan Adipura lima kali berturut-turut saat menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Di balik pencapaian itu, tersimpan filosofi kerja yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

Tak hanya di ranah teknis, Budi juga tercatat sebagai penggagas media cetak pertama di Parepare menandakan kedekatannya dengan dunia informasi, transparansi, dan komunikasi publik. “Jabatan itu amanah. Kita tidak boleh seenaknya memanfaatkan titipan itu,” tegasnya dalam sebuah wawancara, memperlihatkan prinsip moral yang menjadi fondasi kepemimpinannya.

Kini, di usia pengabdian yang telah melampaui lima dekade, Budi Rusdi kembali dipercaya untuk mengikuti seleksi Sekda. Ia bersaing dengan tiga kandidat lain yang juga memiliki rekam jejak kuat:

1. Budi Rusdi, S.Pi., MM sebagai Kadis PUPR Kota Parepare
2. Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si sebagai Kadis Pengendalian Penduduk & KB dan Plt Sekda Parepare
3. Hj. A Wisnah T, M.Si sebagai Kadis Perdagangan
4. Adi Hidayah Saputra, S.STP selaku Kabid Hubungan Industrial & Jamsostek

Seleksi lanjutan akan digelar mulai 18 September 2025 di Makassar dan Parepare, mencakup assessment, penulisan makalah, serta uji kompetensi dan wawancara. Panitia Seleksi menetapkan aturan ketat, termasuk larangan penggunaan perangkat pribadi dan kewajiban mengenakan batik lengan panjang—sebuah simbol formalitas dan etika birokrasi.

Kepemimpinan yang Menyatukan

Wakil Ketua DPRD Parepare, Suyuti, menyoroti pentingnya figur Sekda yang mampu menyatukan 34 SKPD dan menjembatani komunikasi antara eksekutif dan legislatif. “Parepare butuh pemimpin yang bisa menyatukan bahasa pemerintahan, bukan sebaliknya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa komunikasi yang minim bisa memicu kesalahpahaman dan publikasi negatif, terutama di era pemerintahan yang masih ‘seumur jagung’.

Harapan Sipil: Sekda Sebagai Katalisator Reformasi

Ketua LSM Lingkar Hijau, Ikbal Rahim Gani, turut menyuarakan harapan besar terhadap proses seleksi Sekda. Menurutnya, figur yang terpilih harus mampu menjadi katalisator perubahan, bukan sekadar administrator.

“Kami berharap Sekda yang terpilih bukan hanya piawai dalam birokrasi, tapi juga punya keberanian moral untuk menjaga transparansi, merawat partisipasi publik, dan mendorong sinergi lintas sektor. Pemerintahan itu seperti ekosistem harus seimbang, terbuka, dan responsif terhadap suara warga,” ujar Ikbal.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan komunikatif, terutama dalam menghadapi tantangan seperti perampingan OPD, efisiensi anggaran, dan pelaksanaan program prioritas. “Sekda bukan hanya pengatur ritme internal, tapi juga wajah koordinatif yang menjembatani antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat. Kami ingin pemimpin yang bisa mendengar, bukan hanya mengatur,” tambahnya.

Lingkar Hijau, yang selama ini aktif mengawal isu lingkungan dan tata kelola pemerintahan, menilai bahwa momentum seleksi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi etika birokrasi. “Jangan sampai proses ini hanya formalitas. Kami ingin ada komitmen nyata terhadap reformasi dan pelayanan publik yang berkeadilan,” tutup Ikbal.

Simbol Harapan Birokrasi yang Bersih

Dalam konteks ini, nama Budi Rusdi bukan sekadar kandidat. Ia menjadi simbol harapan akan birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil. Parepare menanti pemimpin yang tak hanya paham struktur, tetapi juga mampu merawat semangat kolektif dan menyatukan visi lintas sektor.

Dengan rekam jejak yang mengakar pada etos pelayanan, pengalaman lintas bidang, dan komitmen terhadap komunikasi publik, Budi Rusdi tampil sebagai figur yang tak hanya layak diuji, tetapi juga layak dipercaya.(*)

Pos terkait