PAREPARE – Lapas Kelas II A Parepare menutup tahun 2025 dengan refleksi kinerja yang dipimpin langsung oleh Kalapas Marten SH MH. Evaluasi akhir tahun ini menyoroti capaian pembinaan, rehabilitasi sosial, serta transparansi anggaran yang nyaris sempurna.
Sepanjang 2025, tercatat 277 warga binaan memperoleh program integrasi berupa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas. Sementara itu, 65 orang bebas murni setelah menjalani masa pidana penuh.
Dari total 580 penghuni, program integrasi menjadi jalur dominan yang mempercepat kepulangan mereka ke keluarga. “PPD itu bukan turun dari langit, tapi buah dari upaya pembinaan agar warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” tegas Marten, Rabu, 31 Desember 2025 di Aula Lapas Parepare.
Program rehabilitasi sosial menjadi fokus utama dengan 250 warga binaan yang dibina melalui pola pengawasan harian, mulai dari bangun tidur, menjaga kebersihan, hingga ibadah.
– 143 orang mengikuti pembelajaran dasar (ABC, paket pendidikan).
– 250 orang aktif dalam kegiatan ibadah lintas agama.
– 64 orang dilatih keterampilan hidroponik, kuliner, hingga peternakan ayam kampung.
– Budidaya ikan lele, bebek, dan kelapa juga dikembangkan sebagai bekal keterampilan produktif.
Usai kegiatan refleksi, Kalapas Marten menegaskan pentingnya rehabilitasi sosial sebagai indikator perubahan perilaku.
“Dulu orang datang ke sini cuma 20 orang. Sekarang dengan kesadaran mereka, kegiatan rehab sosial penuh. Kita latih mereka mulai dari kekurangan yang ada misalnya tidak bisa mengaji atau membaca Alquran lalu kita ajari sampai bisa. Itu jadi bagian dari indikator pelaksanaan. Harapannya ada perubahan perilaku nyata. Karena itu kita butuh konselor untuk mendengarkan mereka, sebab kami bukan ahlinya,” jelasnya.
Sejumlah keluarga bahkan menyampaikan terima kasih karena melihat anak mereka kini rajin beribadah dan lebih disiplin dibanding sebelum masuk Lapas.
Selain pembinaan, Lapas Parepare juga melaporkan capaian pelaksanaan anggaran tahun 2025:
– Pagu Anggaran: Rp 13.210.579.000
– Program Penegakan & Pelayanan Hukum: Rp 6.252.729.000
– Program Dukungan Manajemen: Rp 6.957.850.000
– Penghematan/Blokir: Rp 384.016.000
– Realisasi: Rp 12.798.711.666 (di luar blokir/penghematan)
– Persentase Realisasi: 99,78% (data per 24 Desember 2025)
Capaian ini menunjukkan tingkat serapan anggaran yang hampir sempurna, sekaligus menegaskan komitmen Lapas Parepare dalam mengelola dana publik secara efektif dan transparan.
Refleksi akhir tahun ini ditutup dengan komitmen memperkuat pembinaan berbasis sosial, spiritual, dan keterampilan. “Alhamdulillah, program integrasi berjalan baik. Dampaknya nyata, warga binaan lebih cepat kembali ke keluarga, dan masyarakat menerima mereka dengan perilaku baru yang lebih positif,” pungkas Marten.(*)






