15 dari 18 SPPG Parepare Sudah Beroperasi, 8 Dapur Kantongi Sertifikat SLHS

Ist. Pendistribusian Program MBG di salah satu sekolah dasar di Kota Parepare

PAREPARE– Dari total 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare, sebanyak 15 dapur penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan. Namun, baru 8 di antaranya yang resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 9 lainnya masih dalam proses pengurusan. Adapun 2 SPPG belum melakukan pengurusan sama sekali.

SPPG yang telah memiliki SLHS di Kota Parepare antara lain:
– SPPG Cappa Galung
– SPPG Bukit Indah
– SPPG Bumi Harapan 1&2
– SPPG Lompoe
– SPPG Kampung Baru
– SPPG Mallusetasi
– SPPG Lumpue

Bacaan Lainnya

(Bumi Harapan tercatat dua kali dalam data, menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait).

Sertifikat SLHS menjadi syarat penting untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, kepemilikan SLHS adalah instrumen utama dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan kepada penerima manfaat MBG.

Secara nasional, BGN berencana menangguhkan operasional 717 SPPG di Wilayah III (Indonesia Timur) yang belum mendaftarkan SLHS. Dapur-dapur tersebut tersebar di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua.

Sebelumnya, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menekankan bahwa standar ini sangat krusial mengingat program MBG menyalurkan makanan kepada jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

Meski masih ada ratusan dapur yang belum mendaftar, BGN mencatat sebagian besar pengelola SPPG menunjukkan komitmen untuk memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan.

Hingga berita ini disiarkan belum ada keterangan resmi dari Koordinator BGN Wilayah Parepare, Bagus Triantoro, ada tidaknya SPPG yang mendapatkan penanganan operasional di Kota Parepare.(*)

Pos terkait