Kapolsek Kalmas Dicopot, Propam Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Kaburnya Pelaku Narkoba

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran

PANGKEP– Di tengah riak ombak dan keresahan masyarakat kepulauan, sebuah kabar mengejutkan datang dari Liukang Kalmas. Kapolsek setempat, Iptu Abdul Samad, resmi dicopot dari jabatannya setelah insiden memalukan seorang pelaku narkoba berhasil melarikan diri dari Kantor Polsek Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pencopotan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan tamparan keras terhadap ketidakprofesionalan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, menegaskan pencopotan Abdul Samad dilakukan karena kelalaian fatal dalam penanganan kasus. “Untuk pencopotan Bapak Kapolsek Kalmas, hal itu dikarenakan ketidakprofesionalannya dalam penanganan kasus ada satu orang yang melarikan diri dan masih diduga terkait dengan peredaran narkoba di wilayah Kalmas,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pernyataan pencopotan disampaikan langsung oleh Kapolres Pangkep, AKBP Aditiya Pradana, saat berada di Pulau Kalu-Kalukuang, Kecamatan Liukang Kalmas, Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada warga kepulauan yang aktif mendukung pemberantasan narkoba.

“Bapak Kapolres mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya di Pulau Kalu-Kalukuang, yang telah membantu Polri dalam kasus narkoba ini,” kata Imran.

Tak berhenti pada pencopotan, Propam Polres Pangkep kini memeriksa Abdul Samad bersama seorang anggotanya. Pemeriksaan ini mendalami dugaan keterlibatan aparat dalam kaburnya pelaku narkoba.

“Kapolsek Kalmas beserta anggotanya masih diperiksa di Seksi Propam. Itu masih didalami (keterlibatan anggota),” jelas Imran. Kasus ini menambah daftar panjang keresahan masyarakat kepulauan terhadap lemahnya pengawasan jalur masuk narkoba.

Pencopotan Kapolsek menjadi bukti bahwa tekanan publik dan pengawalan masyarakat tidak bisa lagi diabaikan. Warga menilai langkah ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih besar, bukan sekadar menyingkirkan satu pejabat.

Pos terkait