RUSIA – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya bergema di tanah air, tetapi juga menjalar hingga ke Pegunungan Kaukasus, Rusia. Di sana, tim ekspedisi The Elbrus Garuda Nusantara membawa Merah Putih menuju puncak Mount Elbrus, gunung tertinggi di Eropa dengan ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut.
Salah satu sosok yang ikut menorehkan jejak sejarah adalah Muhtar Mukti Rahim (PRS M 007), anggota senior Mahasiswa Pecinta Alam (Mapenta) Universitas Islam Bandung (Unisba). Muhtar adalah putra asal Kota Parepare, yang kini mengharumkan nama daerahnya dengan kiprah di panggung pendakian internasional.
Kehadirannya di tim ekspedisi menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Parepare, sekaligus bukti bahwa putra daerah mampu bersaing dan berprestasi di level dunia.
Mount Elbrus bukan sekadar gunung, melainkan simbol tantangan global bagi para pendaki. Suhu ekstrem yang bisa turun hingga minus belasan derajat, badai salju yang datang tiba-tiba, serta medan es yang licin menjadikan perjalanan menuju puncak sebagai ujian fisik dan mental. Setiap langkah menuntut disiplin, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang jauh berbeda dengan gunung-gunung di Indonesia.
Bagi Muhtar, pengalaman ini adalah kelanjutan dari perjalanan panjangnya bersama Mapenta Unisba. Nomor anggota PRS M 007 bukan sekadar identitas, melainkan simbol dedikasi yang telah ditempa melalui berbagai ekspedisi di tanah air.
Kini, dedikasi itu dibawa ke panggung internasional, memperlihatkan bahwa semangat pencinta alam Indonesia tidak pernah padam. Pendakian ini bertepatan dengan momentum sakral HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Merah Putih yang berkibar di puncak Elbrus menjadi lebih dari sekadar bendera. Ia adalah simbol keteguhan bangsa, pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di lapangan upacara, tetapi juga di puncak-puncak dunia.
Ekspedisi ini menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bisa hadir dalam berbagai bentuk: dari parade di jalanan hingga pencapaian anak bangsa di belahan dunia lain. Merah Putih di Elbrus adalah bukti bahwa Indonesia hadir, berani, dan mampu bersaing di arena global.

Keterlibatan Muhtar juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Mapenta Unisba. Sebagai anggota senior, ia menunjukkan bahwa nilai-nilai kepencintaalaman pengabdian, persaudaraan, keberanian menghadapi tantangan, dan kecintaan terhadap alam dapat diwariskan lintas generasi.
Mapenta Unisba bukan hanya organisasi, melainkan wadah pembentukan karakter. Dari kampus di Bandung, semangat itu kini menjalar hingga ke Pegunungan Kaukasus. Kehadiran Muhtar di Elbrus adalah bukti bahwa Mapenta tidak sekadar melahirkan pendaki, tetapi juga duta semangat bangsa.
Ekspedisi The Elbrus Garuda Nusantara diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Bahwa mencintai alam bukan hanya soal menjelajah hutan dan gunung di tanah air, tetapi juga tentang memperkenalkan semangat Merah Putih di pentas dunia.
Pendakian ini mengajarkan bahwa keberanian, disiplin, dan kerja sama adalah kunci untuk menaklukkan tantangan. Nilai-nilai itu relevan tidak hanya bagi para pendaki, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi bangsa.
Dengan membawa semangat Garuda Nusantara hingga ke puncak Mount Elbrus, perjalanan kakak dari Ketua Hiswana Migas Parepare, Ibrahim Mukti Rahim itu bersama tim menjadi bagian dari cerita besar tentang bagaimana bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda.
Momentum ini menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menorehkan prestasi di masa kini. Dari Parepare menuju puncak Elbrus, Merah Putih berkibar sebagai tanda bahwa semangat Indonesia hidup di mana pun anak bangsanya berada.






