KILASSULAWESI.COM, SOPPENG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng menggelar pelatihan petugas survey sosial ekonomi nasional (Susenas) 2020, di gedung Hotel Grand Saota jalan Tunuh Waliwali Soppeng, Rabu 29 Januari.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Soppeng H Andi Tenri Sessu, M. Si secara resmi membuka Pelatihan Petugas Survey Sosial Ekonomi Nasional 2020 Kabupaten Soppeng di Gedung Pertemuan Hotel Grand Saota Watansoppeng, Rabu 29 Januari 2020.
Bupati Soppeng diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Soppeng, H Andi Tenri Sessu dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada pihak BPS Soppeng atas kerjasama yang terbangun selama ini, sebagai mitra pemerintah daerah dalam rangka ketersediaan data dan informasi yang akurat, valid dan akuntabel.
Andi Tenri Sessu katakan, pelaksanaan Susenas tahun 2020 merupakan salah satu sumber data sosial ekonomi rumah tangga yang penting di Indonesia. Data hasil Susenas banyak digunakan oleh berbagai kalangan.
Oleh karena itu, lanjut Andi Tenri Sessu, kesinambungan ketersediaan data dan kualitas data harus tetap dijaga dan ditingkatkan.
Dia menilai, pelaksanaan Susenas ini sangat penting dan strategis karena hasilnya dapat mengukur tingkat kemiskinan dan indeks pembangunan manusia serta indikator sosial ekonomi lainnya.
“Untuk itu, saya mengharapkan kepada petugas Susenas untuk melakukan pendataan ini dengan sebenar-benarnya,” kata Andi Tenri Sessu.
Sementara Kepala BPS Soppeng, Rustan menyampaikan, bahwa petugas Susenas Maret 2020 di Kabupaten Soppeng yang akan dilatih sebanyak 48 orang. Terdiri 13 orang pegawai organik BPS Soppeng, dan pencacah lapangan 35 orang adalah mitra kerja BPS.
Dikatakan, petugas Susenas tersebut berasal dari Kecamatan Marioriwawo 6 orang, Lalabata 7 orang, Liliriaja 4 orang, Ganra 2 orang, Citta 1 orang, Donri-donri 4 orang, Lilirilau 7 orang dan Kecamatan Marioriawa 4 orang.
“Petugas Susenas ini akan dilatih dalam dua gelombang. Setiap gelombang dilatih selama tiga hari,” kata Rustan.
Rustan menjelaskan, pendataan Susenas Maret 2020 secara nasional mencakup 345.000 rumah tangga sampel, yang tersebar di 34 Propinsi dan 514 Kabupaten/ kota seluruh Indonesia.
“Khusus untuk Kabupaten Soppeng rumah tangga yang akan didata sebanyak 620 rumah tangga,” ungkapnya. (wis)






