KILASSULAWESI.COM,WAJO– Kerja nyata dua tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kasek), Syafrianto SPd MPd telah mengantar SMA Negeri 11 Wajo dengan ukiran prestasi. Tercata sebanyak 40 prestasi diraih, terdiri atas 9 prestasi nasional, 14 prestasi tingkat provinsi serta 17 prestasi tingkat kabupaten. Dari prestasi tersebut 27 diantaranya diraih oleh Kelompok Ilmiah Remaja Generasi Einsten ( KIR Genesis).
Syafrianto menuturkan, implementasi kinerja berbasis analisis penguatan kultur sekolah yang bermotto sebuah karya lebih bermakna dari seribu bahasa dengan menerapkan manajemen terbuka, berbudaya prestasi, berbudaya lingkungan dan melek teknologi serta kerja sama seluruh stackholder SMA Negeri 11 Wajo. Hasilnya, sekolah mampu meraih akreditasi dengan predikat A unggul dengan nilai 92 dari
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Hal itu tertuang dalam Permendikbud No 31 tahun 2019, bab I, point 2 bahwa sekolah ini berkinerja BAIK dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dengan indikator jumlah siswa, nilai UNBK, Rapor mutu terus meningkat 2 tahun terakhir. Terpisah, Ketua Komite HM Yassin A mengakui, semenjak Syafrianto diamanhkan di SMA Negeri 11 Wajo. Sekolah ini telah berkembang sesuai visi, misi sekolah. Masyarakat atau orang tua, antusias untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 11 Wajo juga semakin tinggi. Selain itu sekolah ini semakin maju dan berprestasi serta aktif diberbagai kegiatan, terbukti dengan dipercayanya sekolah ini mengikuti seleksi kantin sehat dan sekolah adiwiyata.
Meskipun, kata HM Yassin, standar sarana dan prasaran belum terpenuhi sebgaimana yang diamanhkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Senada diungkapkan, pembina KIR Genesis, Ridwan SPd bahwa berkat motivasi dan dukungan dari kepala sekolah eskul yang dibinanya dalam dua tahun ini telah berhasil menciptakan berbagai inovasi yang tentunya mampu diaplikasikan langsung dalam kehidupan masyarakat.
KIR Genesis telah berhasil membuat oven pengering ikan, biobaterai hemat energi, briket ramah lingkungan, jemuran otomatis serta rancangan irigasi tetes yang dapat meningkatkan produksi dibidang pertanian yng merupakan inovasi dari siswa yang tergabung di KIR Genesis dan aktif mengikuti bimbingan setiap hari sabtu. “KIR Genesis SMA Negeri 11 Wajo juga telah mendapat kepercayaan menjadi mitra eskul KIR sekolah lain baik SMP maupun SMA di Kabupaten Wajo,”ujarnya.
Ridwan mengakui, Kasek selalu mengimbau agar pembelajaran dikelas harus harus terkoneksi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini dirasa penting, karena pendidikan berbasis TIK juga dinilai lebih efektif dan efisien untuk memberikan pemahaman kepada siswa. “Era 4.0 menuntut jamannya era digital, maka SMAN 11 Wajo juga terus berbenah. Hal dibuktikan dengan serangkaian kegiatan pembelajaran termasuk penilaian sudah berbasis digitalasi, bahkan di sekolah tengah dikembangkan perpustakaan digital,”jelasnya. Semangatnya, kata Ridwan, adalah menerapkan manajemen terbuka, berbudaya prestasi, berbudaya lingkungan dan melek teknologi serta kerja sama seluruh stackholder. “Cukup sederhana,”ungkapnya.(*/ade)






