Tiga Daerah di Ajatappareng Aman Covid-19

KILASSULAWESI.COM,PAREPARE– Berbagai langkah dan terobosan yang telah dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menangani virus berbahaya ini terus mengalami kemajuan yang sangat baik dilihat dari penyebaran yang menurun. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr Ichsan Mustari MHM mengatakan 12 wilayah atau daerah aman karena angka reproduksi efektif (Rt) dibawah satu Corona Virus Disease 2019 (Covid)-19. Tiga diantaranya berada di wilayah Ajatappareng yakni Kabupaten Barru, Pinrang dan Enrekang.

Ichsan mengakui, kasus Covid-19 semakin menurun dibuktikan dengan adanya 12 Kabupaten yang dinyatakan aman di Sulsel. “Sampai saat ini angka sembuhan semakin tinggi dan kasus Covid-19 semakin menurun bahkan angka reproduksi (RT) virus pun menurun di posisi dibawah satu yang sebelumnya capai angka 3,8,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Kabupaten yang telah dinyatakan aman dari Covid-19 yakni, Pangkep, Wajo, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo dan tiga wilayah di Ajatappareng yakni Barru, Enrekang dan Pinrang. Selain itu, Ia mengungkapkan pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengandung harapan, tentang berakhir pandemi Covid-19 pada akhir Mei 2020 dapat dimaknai, bahwa proses penanganan covid 19 segera berakhir. “Pernyataan itu berlandaskan pada indikator bawa pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar covid 19 di Sulsel melandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional,” tuturnya.

Ia menjelaskan virus Covid-19 memang tidak bakalan habis sama sekali sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Tetapi bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal. Jumlah persediaan kamar rumah sakit jauh melebihi cukup. Demikian juga dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat. Indikator-indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Makassar diharapkan bahwa pandemi covid 19 di Sulsel selesai akhir mei 2020. “Pandemi covid -19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya yang diharap selesai pada akhilir Mei 2020. Virus covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kajadian luar biasa atau pandemi,” tutupnya.(*/ade)

Pos terkait