KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Warga Desa Palatta, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendadak gempar, setelah salah satu warganya ditemukan tewas dengan cara mengantung diri di pohon kakao. Pria yang diketahui bernama Burhan (26) ditemukan pertamakali oleh istrinya yang kini sedang berbadan dua, dibelang rumahnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun PAREPOS Online, Rabu 3 Juni, sebelum aksinya tersebut korban sempat mengeluh kepada istrinya karena kondisi kehidupan rumah tangga mereka yang hidup dalam serba kekurangan.
Namun istrinya, Gati (26) tidak menyangka dan menaruh curiga hingga suaminya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.”Suami saya selalu bertanya sama saya, sampai kapan kita hidup begini serba kekurangan dan tidak punya apa-apa,”ungkap istri korban. Kapolsek Tapango, Ipda Taufik membenarkan adanya warga di Desa Palatta, Kecamatan Tapango yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon kakao. ” Korban ditemukan oleh saksi sekira pukul 10.00 wita yaitu istrinya saat sedang menyapu halaman dan mendapati suaminya tergantung di pohon kakao dengan tali dileher tepat dibelakang rumah korban.
Istrinya pun langsung berteriak minta tolong, sehingga warga sekitar berkerumun dan menurunkan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban gantung diri, kata Ipda Taufik, diduga depresi karena memikirkan hidupnya yang serba kekurangan, serta istrinya saat ini sedang hamil. Aksi korban diduga gantung diri sekira pukul01.00 wita, karena menurut saksi korban masih sempat bertanya kepada istrinya sudah jam berapa. Saksi menjawab sudah jam 12.00 wita, setelah korban bertanya saksi pun langsung masuk kamar untuk tidur. Dan setelah itu korban tidak pernah masuk ke kamarnya.” Korban semasa hidupnya selalu bertanya kepada saksi yakng juga istrinya, kenapa hidupnya serba kekurangan,”ujar Kapolsek Tapango.(win)






