Tiga Hari Dalam Pencarian, Pelajar SMAN 2 Parepare Ditemukan Meninggal

Orang tua korban saat berada di kamar jenazah RSUD Andi Makkasau

PAREPARE,KILASSULAWESI.COM– Pencarian terhadap salah satu korban meluapnya Bendungan Lappa Angin di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare pada Ahad 28 November, akhirnya berbuah hasil. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI dan Kepolisian dalam lanjutan pencarian, Selasa, 30 November, berhasil menemukan korban yang diketahui bernama Muh Jibril (15) warga Kampung Mandar, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare. Korban juga diketahui masih berstatus pelajar di SMAN 2 Kota Parepare.

Korban ditemukan tim SAR tengah mengambang di sungai sekitaran Bendungan Lappa Anging atau sekira satu kilometer jaraknya dari tempat lokasi korban dinyatakan hanyut. Komandan Pos SAR Basarnas Parepare, Dadang menjelaskan, pada pukul 10.05 wita, korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. “Posisi kita temukan korban ditemukan sekitar Bendungan Lappa Anging pukul 10.05 wita, dan mengambang dalam keadaan meninggal dunia,”jelasnya.

Dadang meengatakan, Tim Sar Gabungan yang terjun langsung kurang lebih 250 orang terdiri dari BPBD, Tagana, TNI-Polri, Pemerintah Daerah setempat, Organisasi Kemasyarakatan, dan Organisasi Kemahasiswaan. “Pencarian dilakukan selama tiga hari, jarak dari titik korban diduga terseret arus dengan posisi saat ditemukan kurang lebih satu kilometer,”timpalnya.

Ditambahkannya, korban dievakuasi menggunakan perahu karet. ” Saat dilakukan penyelaman di daerah bendungan, korban kelihatan. Tim penyelam melihat korban mengambang posisi terlentang, dan langsung dievakuasi,” tambahnya. Jenazah korban dilarikan ke RSUD Andi Makkasau untuk dilakukan pemulasaraan, kemudian dipulangkan ke pihak keluarga korban.(nan/B)

Pos terkait