PANGKEP, KILASSULAWESI–Mantan Bupati Pangkep periode 2010-2020, Syamsuddin A Hamid, kembali turun ke lapangan mendampingi calon bupati nomor urut satu, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), dalam kampanye tatap muka dan dialogis bersama masyarakat.
Dalam kampanye yang berlangsung di Jl Kelapa, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Mantan Ketua DPD Golkar tiga periode, Syamsuddin A Hamid membantah isu pengurangan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang beredar di media sosial.
Isu tersebut menyebutkan bahwa penerima PKH akan dikurangi jika pasangan Muhammad Yusran Lalogau dan Abdul Rahman Assegaf (MYL-ARA) kembali terpilih. “Jangan ada kekhawatiran bahwa penerima PKH akan dicabut kalau Yusran yang naik (kembali terpilih-red). Itu hoaks. Malah kita mau tambahkan,” tegas suami dari Hj Rismayani di hadapan warga.
Syamsuddin juga mengingatkan pentingnya melanjutkan pembangunan di Pangkep, seiring dengan usia kabupaten yang kini lebih dari 64 tahun. Ia menekankan bahwa Pangkep telah melalui berbagai kemajuan yang tidak boleh diulang dari awal.
“Tidak boleh Kabupaten Pangkep ini dirintis dari bawah. Pangkep sudah 64 tahun umurnya, jangan mundur, jangan merintis, tapi lanjutkan,” ujarnya penuh semangat.
Ia pun melontarkan pernyataan bernada sindiran terkait gagasan untuk memulai pembangunan dari awal. “Masa mau merintis? Sia-sialah perjuangan beberapa bupati sebelumnya, kalau kita mau merintis hari ini. Mulai dari nol, memangnya pompa bensin?” candanya, disambut gelak tawa warga.
Sekadar diketahui, di bawah kepemimpinan Muhammad Yusran Lalogau, Kabupaten Pangkep telah mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 69,79 pada tahun 2022 menjadi 70,59 pada tahun 2023.
Itu pun dinilai telah menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Kampanye tersebut dikerubuti pendukung dan simpatisan, berlangsung hangat dan penuh antusiasme.(*)






