AST Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Tanjung Batu

Calon Bupati Majene Andi Syukri Tammalele memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Tanjung Batu

MAJENE, KILASSULAWESI- Pasca musibah kebakaran yang meluluhlantahkan delapan rumah warga di Lingkungan Tanjung Batu Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Timur, ini berbagai pihak menyalurkan bantuan.

Peristiwa kebakaran ini menjadi keprihatinan bagi warga setempat, membuat Calon Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele (AST) beserta timnya turut bergerak untuk meringankan beban bagi setiap keluarga korban dengan memberikan bantuan beras 25 Kilogram, satu gardus mie instan dan satu rak telur bagi setiap kepala keluarga.

Bacaan Lainnya

“Bantuan yang kami berikan kepada keluarga korban kebakaran ini mungkin nilainya tak seberapa. Namun hal ini sedikitnya dapat mengurangi beban bagi saudara kita yang tertimpa musibah,” tutur AST saat menyerahkan bantuan korban kebakaran di Tanjung Batu Timur, kemarin.

Menurutnya, musibah yang menimpa warga merupakan ujian dari Allah SWT.

“Tentunya kita ikhlas menerimanya dan kita yakin dan percaya, beban ini akan berlalu,” ucapnya.

AST selaku Bupati Majene yang sedang cuti diluar tanggungan negara tetap membangun koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa meringankan beban bagi keluarga korban tersebut.

“Kita berharap agar para dermawan yang punya tambahan rejeki untuk bisa memberikan kontribusi meringankan beban bagi keluarga korban kebakaran,” pintanya.

Kebakaran yang terjadi itu baru-baru ini telah menghanguskan delapan unit rumah warga tanpa menimbulkan korban jiwa.

Sementara, Kasi Humas Polres Majene Iptu Suyuti membenarkan, bahwa musibah kebakaran telah mengakibatkan sejuta rumah warga tak dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan salah satu warga bernama Ardiansyah (42), kebakaran bermula dari rumah salah satu warga, Rustam (40), yang pada saat kejadian sedang mengemas pertalite ke dalam botol dengan menggunakan baskom besar di bawah kolom rumahnya.

Di waktu yang bersamaan, istrinya juga sedang memasak di dekat tempat pengemasan bahan bakar itu.

“Api diduga berasal dari kompor yang menyambar wadah baskom berisi pertalite. Meskipun Rustam berusaha menyiramkan air untuk memadamkan api, namun api justru semakin membesar dan merembet ke rumah-rumah lainnya,” terang Iptu Suyuti.

Mendengar teriakan meminta tolong, warga setempat langsung berinisiatif membantu memadamkan api. Dan kobaran api dapat dipadamkan setelah tujuh unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) serta personel Polres Majene dan TNI terjun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

“Upaya pemadaman bersama warga setempat berlangsung cukup lama, dan api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam kemudian,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran ini cukup besar. Delapan unit rumah hangus terbakar, dan sejumlah barang milik warga ikut musnah.

Pasca kejadian, tim identifikasi dari Satuan Reserse Kriminal (Sat. Reskrim) Polres Majene melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan menghitung kerugian yang ditimbulkan. (Ahp)

Pos terkait