PAREPARE, KILASSULAWESI– Dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan, Gudang Bulog di Parepare memainkan peran kunci. Dikenal sebagai Bulog terbesar ketiga di Indonesia dan penyuplai utama untuk wilayah timur, Bulog Parepare telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan pasokan beras yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Gudang Bulog Parepare terdiri dari 10 unit gudang penyimpanan dan 1 unit gudang komersial, dikelola oleh tiga kepala gudang berpengalaman. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bulog berencana menjajaki kemitraan penyewaan gudang pada tahun 2025. Hal ini bertujuan untuk mencegah keterbatasan kapasitas penyimpanan seiring peningkatan produksi dan penyerapan beras.
Pada tahun 2024, Bulog Parepare menargetkan penyerapan sebesar 120 ribu ton beras, dengan pengiriman terbesar mencapai 3.000 ton per triwulan ke Provinsi Papua. Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menjadi fokus utama, dengan target penyerapan sebesar 8.600 ton.
Bulog Parepare aktif dalam menyerap hasil panen lokal, dengan penyerapan mencapai 100 ribu ton pada tahun 2024. Ini tidak hanya membantu petani dalam memastikan pasar untuk produk mereka, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
Untuk menjaga kestabilan harga, Bulog menetapkan harga pokok penjualan beras dari Rp 9.950 menjadi Rp 11.000 mulai Januari 2025. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan biaya operasional dan memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi masyarakat.
Mohammad Junaedy, Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, menekankan pentingnya kerjasama antara Bulog dan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan ketahanan pangan. Dengan inovasi dan penyesuaian strategi, Bulog Parepare berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Bulog Parepare, dengan segala upaya dan strateginya, terus menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Indonesia timur. Dengan dukungan dari seluruh stakeholder, diharapkan keberadaan Bulog dapat selalu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.(*)






