PANGKEP, KILASSULAWESI– Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyimpan harapan baru bagi masyarakat. Pada pilkada tahun 2024 ini, pasangan Muhammad Yusran Lalogau dan Abdul Rahman Assegaf (MYL-ARA) muncul sebagai calon pemimpin baru setelah memenangi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan akan memimpin daerah penghasil tambak sampai tahun 2029.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pangkep, Muh Arsyad Yunus, berharap pemerintahan baru MYL-ARA dapat membawa inovasi dalam pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangkep terkait pengelolaan aset pemerintah daerah di sektor ekonomi.
Ia menyoroti kondisi ruko Palampang, ruko Kalibone, dan Bonto Bonto yang saat ini sudah kumuh dan tidak tertata lagi. Menurutnya, kawasan ini merupakan bagian dari ikon Pangkep yang dibangun oleh Bupati Gaffar Patappe.
Arsyad Yunus mengusulkan agar dilakukan rekondisi fisik, pengecatan, serta perbaikan keseragaman warna. “Tidak boleh masyarakat seenaknya mengubah warna karena itu adalah aset pemda, sumber PAD pemda Pangkep. Capaian target PAD bisa lebih baik lagi untuk daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan parkir yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui pihak ketiga demi kenyamanan masyarakat dan sumber lapangan kerja yang terkoordinir.
Sistem keamanan kendaraan yang parkir, retribusi yang wajar di setiap objek ekonomi, baik pasar maupun tempat keramaian, juga menjadi perhatian.
“Insya Allah, jika manajemen semua ruko milik pemda diperbaiki kembali dan diperketat sistem pembayaran iuran kontrak yang baik, saya rasa masyarakat akan semakin tertarik untuk berinvestasi bisnis di semua aset yang ada di Pangkep,” tambahnya.
Data BPS Terkait Peningkatan Ekonomi di Kabupaten Pangkep
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Pangkep menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa indikator ekonomi. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menurut pengeluaran mencapai 4,75% pada tahun 2023.
Peningkatan ini terjadi di berbagai sektor, termasuk pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto. Pemerintah Kabupaten Pangkep berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan program-program ekonomi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak oleh masyarakat.
Dengan kepemimpinan MYL-ARA, diharapkan adanya perubahan signifikan dalam pengelolaan aset daerah dan peningkatan PAD, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.(*)






