PAREPARE, KILASSULAWESI- Hari pertama Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, melaksanakan aktivitasnya di Kantor Wali Kota Parepare pada Senin, 3 Maret 2025, telah diwarnai suasana aksi unjuk rasa oleh LSM Lingkar Hijau. Aksi ini menarik perhatian banyak pihak dan menjadi sorotan utama di kota tersebut.
Para pengunjuk rasa dari LSM Lingkar Hijau menyuarakan tuntutan mereka dengan tegas, meminta pencopotan jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP). Teriakan “Copot jabatan Kasat Pol PP” menggema di tengah aksi unjuk rasa dengan tema ‘Parepare Gelap’.
Dalam orasinya, Ikbal Rahim Gani, yang juga merupakan Ketua LSM Lingkar Hijau, menyampaikan alasan di balik tuntutan pencopotan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan ini diambil demi kebaikan dan keadilan bagi masyarakat Parepare. “Aksi ini akan terus berlanjut, sampai tuntutan dilakukan,”jelasnya.
Salah satu peserta aksi, Mustamal, menegaskan bahwa Satpol PP yang semestinya bertugas sebagai penegak perda malah berbuat seenaknya. Ia menuduh adanya pungutan liar terhadap pelaku UMKM dan diskriminasi. Mustamal berharap Wali Kota Parepare yang baru dapat memberikan penindakan atas jajarannya. “Mereka tidak melalui fit and proper test, sehingga segala yang dilakukan tidak sesuai harapan. Kami berharap agar Wali Kota baru dapat segera memberikan penindakan yang tegas,” ujar Mustamal.
Aksi unjuk rasa ini menandai awal yang penuh tantangan bagi Wali Kota Tasming Hamid dalam menjalankan tugasnya. Bagaimana tanggapan Wali Kota terhadap tuntutan ini dan langkah apa yang akan diambil selanjutnya menjadi perhatian publik. Masyarakat Parepare berharap agar situasi ini dapat diselesaikan dengan baik demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan di kota mereka.(*)






