Kunjungan Tim Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulsel ke Lapas Kelas IIA Parepare, Dorong Peningkatan Layanan

PAREPARE— Lapas Kelas IIA Parepare menerima kunjungan istimewa dari Tim Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan dalam rangka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) memenuhi target yang telah ditetapkan, sekaligus meninjau langsung implementasi program kerja serta kesiapan dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Bacaan Lainnya

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Bahri, S.Sos, MH, bersama seluruh jajarannya, dengan hangat menyambut rombongan Tim Kanwil yang dipimpin oleh Kabag TU dan Umum, M. Ali, A.Md.IP, SH, MH. Dalam sambutannya, Bahri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan integritas serta kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat, terutama dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, melaksanakan program pembinaan yang optimal bagi warga binaan, serta transparansi dalam tata kelola pemasyarakatan adalah prioritas kami. Kunjungan ini menjadi momentum evaluasi agar kami dapat terus berbenah,”ujar Bahri.

Tim Kanwil melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai fasilitas utama di Lapas, termasuk blok hunian, unit layanan masyarakat, dapur sehat, dan unit layanan kesehatan. Selain itu, evaluasi juga mencakup efisiensi anggaran, tata kelola keamanan dan ketertiban, manajemen SDM, serta pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang melibatkan warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, tim Kanwil mengadakan sesi pengarahan yang berfokus pada penguatan tugas pokok dan fungsi tata kelola pemasyarakatan, serta diskusi dengan petugas untuk mendengarkan masukan dan memberikan motivasi. Salah satu topik diskusi adalah pentingnya sinergi antar petugas dalam menghadapi birokrasi modern dan kebutuhan masyarakat yang dinamis.

“Kami melihat adanya komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki bersama, seperti pengembangan fasilitas dan inovasi layanan agar hasilnya semakin optimal,” ujar M. Ali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya implementasi visi dan misi nasional, termasuk Asta Cita Presiden RI, 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, serta 21 Arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dengan semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 tahun 2025 yang bertema

“Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,”diharapkan langkah strategis Lapas Parepare mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis.(*)

Pos terkait