PAREPARE– Di tengah arus pemulangan Pekerja Migran Indonesia Terkendala (PMI-T) dari wilayah perbatasan, satu nama mencuat membawa kisah haru dan harapan, Ardi Yohanis Benga Weking, PMI asal Nusa Tenggara Timur yang menderita penyakit paru-paru dan hati, kini bersiap pulang untuk melanjutkan pengobatan di tanah kelahirannya.
Dalam surat resmi bernomor S.1320/10.19/PB.05.03/VIII/2025, Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Kombes Pol Andi M. Ichsan, meminta bantuan kepada BP3MI Sulawesi Selatan untuk memfasilitasi dan memberikan biaya pemulangan lanjutan ke Flores Timur, NTT.
Ardi tidak sendiri. Ia ditemani sang ibu, Maria Wain Tukan, sebagai pendamping yang turut menempuh perjalanan dari Hospital Queen Elizabeth, Kinabalu, menuju Pelabuhan Nusantara, Parepare.
Pemulangan dilakukan melalui KM. Pantokrator, dengan rute Nunukan–Parepare, dan diperkirakan tiba pada Senin, 4 Agustus 2025.
“PMI ini sudah dinyatakan layak untuk perjalanan pulang setelah menjalani perawatan cukup lama. Keluarga ingin agar perawatan dilanjutkan di kampung halaman,” tulis Kombes Pol Andi dalam surat permohonan tersebut.
Secara terpisah, Koordinator P4MI Parepare, Laode Nur Slamet, mengonfirmasi bahwa sebanyak puluhan PMI-T, termasuk Ardi yang sakit, dijadwalkan tiba besok siang di pelabuhan. Sejak Januari hingga Juli, tercatat 402 PMI-T telah dipulangkan. Gelombang akhir Juli hingga awal Agustus menambah daftar sebanyak 41 orang.
Kisah Ardi menggarisbawahi pentingnya sinergi antarwilayah dalam mendampingi mereka yang pulang dengan luka dan harapan. Ia adalah satu dari ratusan wajah yang pernah mengukir mimpi di negeri seberang kini berharap bisa kembali sembuh di pelukan keluarga.(*)






