Warga Berenang di Jalur Kapal, KSOP Siapkan Patroli dan Edukasi Keselamatan Laut

Aktivitas rekreasi warga dialur kapal yang menjadi perhatian

PAREPARE — Aktivitas berenang warga di sekitar alur kapal menuju Pelabuhan Cappa Ujung dan Pelabuhan TBBM Pertamina kini menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Pasalnya, alur pelayaran yang kian mendekati daratan menjadikan area tersebut rawan kecelakaan dan berisiko tinggi, baik bagi keselamatan warga maupun kelancaran navigasi kapal.

Sejumlah kapten kapal yang rutin melintasi jalur tersebut mengaku kerap menghadapi kendala saat hendak merapat ke pelabuhan. Salah satu kapten yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya terhadap fenomena ini.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat memahami kebutuhan rekreasi warga, tapi mohon agar aktivitas berenang dilakukan di zona aman. Alur kapal bukan area bermain,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan warga yang berenang di titik-titik strategis jalur masuk kapal tak jarang menghambat manuver dan meningkatkan risiko kecelakaan laut. Ia berharap pihak pelabuhan segera mengambil langkah preventif, seperti pemasangan rambu peringatan dan sosialisasi keselamatan laut kepada masyarakat pesisir.

Karakteristik Perairan Parepare: Dalam di Pinggir, Dangkal di Tengah

Kondisi perairan di Kota Parepare memiliki karakteristik unik. Berbeda dari kebanyakan wilayah pesisir, kedalaman laut di kawasan ini justru lebih dalam di bagian pinggir dibandingkan di tengah. Perbandingan kedalamannya bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Fenomena ini membuat area yang tampak aman untuk berenang justru menyimpan potensi bahaya yang tidak terlihat secara kasat mata.

Kombinasi antara kedalaman ekstrem di pinggir dan lalu lintas kapal yang padat menjadikan kawasan tersebut sebagai zona rawan yang perlu penanganan serius.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala KSOP Kelas III Parepare Shaiful Horry melalui Humas KSOP, Eko Parayetno, menyatakan komitmennya untuk segera menyikapi situasi yang berpotensi membahayakan ini.

Langkah-langkah yang akan ditempuh antara lain:

– Sosialisasi dan edukasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat pesisir, dengan tujuan:
– Mencegah kecelakaan laut
– Menjaga kelancaran transportasi maritim
– Melindungi jiwa manusia dan lingkungan maritim

– Patroli rutin oleh petugas gabungan dari Syahbandar, Polairud, dan TNI AL untuk memantau aktivitas warga di sekitar alur pelayaran.

– Koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Polisi Air, perwakilan nelayan, dan komunitas pesisir, guna menyusun strategi bersama dalam mengatasi masalah ini.

Fenomena ini mencerminkan tantangan klasik di banyak pelabuhan daerah, bagaimana menyeimbangkan kebutuhan rekreasi warga dengan urgensi keselamatan pelayaran. Di tengah geliat ekonomi maritim dan aktivitas bongkar muat yang makin padat, harmoni antara warga dan pelabuhan menjadi kunci.

Pihak KSOP berharap, dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, masyarakat pesisir dapat lebih memahami pentingnya keselamatan laut dan bersama-sama menjaga ruang pelayaran tetap aman dan kondusif.(*)

Pos terkait