PAREPARE— Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Selatan, Andi Baso Ryadi Mappasulle akhirnya angkat bicara terkait pencabutan rekomendasi terhadap kepengurusan Pordi Kota Parepare. Keputusan ini diambil setelah serangkaian evaluasi yang menurutnya diabaikan oleh pihak Parepare.
“Kami sudah mengundang mereka empat kali untuk evaluasi. Tidak ada satu pun yang hadir, tidak ada konfirmasi, tidak ada komunikasi. Ini menunjukkan mereka tidak menjalankan prosedur organisasi dengan baik,” tegas Andi Baso kepada Kilassulawesi.com, Senin, 15 September 2025.
Ironisnya, lanjut Andi Baso, meski mengabaikan undangan evaluasi, pengurus Parepare justru datang meminta arahan terkait pelaksanaan Walikota Cup. Hal ini menimbulkan keraguan serius terhadap komitmen dan transparansi mereka. “Mereka datang minta petunjuk soal turnamen, padahal undangan evaluasi tidak pernah direspons. Saya mulai meragukan integritas pelaksanaan kegiatan itu,” ujarnya.
Puncak ketegangan terjadi pada 2 September 2025, saat Andi Baso resmi menarik rekomendasi untuk Walikota Cup. Ia menyebut ada ketidakjelasan terkait hadiah yang dijanjikan dalam turnamen tersebut.
“Saya sangat yakin hadiahnya tidak ada. Saya telepon mereka berkali-kali, tidak diangkat. Akhirnya saya putuskan untuk menarik rekomendasi dan meminta panitia meninjau ulang seluruh kegiatan yang mengatasnamakan Pordi,” katanya.
” Hadiah saya ragukan ketersediaannya karena sesuai permintaan ketua panitia, pada 3 minus H kepastian hadiahnya, tapi tiba di waktu yang di minta ketua panitia malah menutup komunikasi sama sekali,”tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Andi Baso menunjuk Wakil Ketua Pordi Sulsel, H. Lutfi Hanafi, untuk membentuk kepengurusan baru di Parepare. Surat tugas telah ditembuskan ke DPP Pordi dan disampaikan langsung kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, serta Ketua MUI Kota Parepare. “SK itu saya sampaikan langsung ke Wali Kota pada 3 September. Beliau menyampaikan terima kasih atas penyampaiannya,” ungkap Andi Baso.
Menanggapi kemungkinan langkah hukum dari pihak Parepare, Andi Baso menyatakan siap. Ia bahkan menyindir analogi yang dianggap tidak relevan. “Kalau Camat mau dilantik Gubernur, lucu juga, ya,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Keputusan ini memicu beragam reaksi dari pegiat olahraga domino di Parepare. Namun, Andi Baso menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bersifat pribadi, melainkan demi menjaga integritas organisasi dan menjunjung tinggi etika olahraga.
Sementara itu, Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante mengonfirmasi bahwa Pordi Parepare belum menjadi anggota resmi KONI. “Mereka baru mengusulkan. Ada syarat yang belum dipenuhi, seperti dukungan minimal 30 persen dari cabang olahraga anggota KONI dan kepengurusan di 70 persen wilayah Indonesia,” jelasnya.(*)






