Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,83 Persen, SDK: Pertumbuhan Harus Dirasakan Rakyat, Bukan Elite

MAMUJU– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III tahun 2025. Maluku Utara mencatat lonjakan luar biasa dengan pertumbuhan 39,10 persen, menempati posisi puncak secara nasional. Sulawesi Tengah menyusul di posisi kedua (7,79 persen), diikuti Kepulauan Riau (7,48 persen), Bali (5,88 persen), dan Sulawesi Barat di peringkat kelima dengan capaian 5,83 persen.

Secara nasional, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,04 persen. Menariknya, lima dari sepuluh provinsi dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari kawasan timur Indonesia, menandai pergeseran kontribusi ekonomi yang semakin merata.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyambut capaian tersebut dengan penegasan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata.  “Saya mendesain pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Barat, yang juga ditopang oleh ekonomi riil masyarakat,” ujar SDK.

Ia menolak model pertumbuhan yang hanya menguntungkan segelintir elite, dan menekankan pentingnya inflasi yang sehat sebagai indikator daya beli masyarakat.

“Saya menghindari pertumbuhan ekonomi yang semu dan sesat, yang justru memperlebar kesenjangan. Kalau ekonomi tumbuh tapi deflasi terjadi, kita harus curiga, jangan-jangan pertumbuhan itu hanya dinikmati kalangan atas,” tegasnya.

SDK menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, UMKM, serta belanja pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat.

Program padat karya dan geliat UMKM disebut sebagai motor utama, ditambah dengan harga komoditas unggulan seperti sawit, kakao, dan kopi yang sedang berada di tren positif. “Pendapatan masyarakat meningkat, belanja naik, dan itu artinya ekonomi bergerak dari bawah,” kata SDK.

SDK menilai capaian Sulawesi Barat sebagai bukti bahwa arah pembangunan daerah berada di jalur yang benar: memperkuat ekonomi rakyat dan mempersempit kesenjangan sosial.

Dengan capaian ini, Sulawesi Barat tak hanya mencatat angka, tapi juga mengirim pesan pertumbuhan ekonomi harus berpihak, menyentuh, dan menghidupi.(rls)

Pos terkait