Parkiran Pasar Barandasi Disulap Jadi Tempat Sampah, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Menyempit

Tokoh Pemuda Barandasi, Irwan Gaffar saat meninjau tumpukan sampah yang terlihat menggunung di area parkiran Pasar Rakyat Barandasi, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Maros.

MAROS – Wajah buram kembali terlihat di fasilitas publik. Kondisi memprihatinkan terjadi di area parkiran Pasar Rakyat Barandasi, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Maros, Rabu (25/03/2024).

Area yang seharusnya difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan kini dipenuhi tumpukan sampah, diduga berasal dari buangan masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah menumpuk di berbagai titik, mengakibatkan area parkir semakin sempit dan sulit digunakan oleh pengunjung maupun pedagang.

Tak hanya itu, bau menyengat yang ditimbulkan dari sampah tersebut turut mengganggu aktivitas jual beli di pasar.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin hari semakin parah.

Masyarakat berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait sebelum berdampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi di pasar.

Tokoh Pemuda Barandasi, Irwan Gaffar angkat bicara terkait persoalan ini. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele karena sudah mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

“Ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, tapi sudah menyangkut fungsi fasilitas publik. Area parkir berubah jadi tempat pembuangan sampah liar. Ini jelas merugikan pedagang dan pengunjung,”tegas Irwan.

Menurutnya, sampah yang menumpuk di lokasi tersebut bukan sepenuhnya berasal dari aktivitas pasar, melainkan didominasi oleh sampah rumah tangga dari warga sekitar yang dibuang secara sembarangan.

“Kalau hanya dari dalam pasar, mungkin masih bisa dikendalikan. Tapi ini sebagian besar dari luar, dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Ini yang perlu jadi perhatian serius,”ucapnya.

Irwan juga mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan penanganan cepat dan menyeluruh.

Ia juga menilai, bahwa hal ini diperlukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pihak kelurahan dan instansi terkait, agar persoalan ini tidak terus berulang.

“Kami minta ada langkah konkret, bukan hanya pembersihan sesaat. Harus ada sistem yang jelas, pengawasan, bahkan sanksi jika perlu. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi kebiasaan buruk yang terus berulang,”ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area fasilitas umum seperti pasar yang menjadi pusat aktivitas warga.

Kondisi ini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Maros.

“Maka dari ini kami meminta kepada pihak terkait, agar melakukan penanganan yang cepat dan berkelanjutan sangatlah penting untuk mengembalikan fungsi parkiran serta menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat dan nyaman bagi semua,”tuturnya.

Pos terkait