Krisis Internal Disikat, Wahyu Febri Kembali Diturunkan Pimpin APDESI Maros

Ketua DPD APDESI Sulawesi Selatan, Andi Wahyuddin Mapparenta menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada H. Wahyu Febri sebagai Plt Ketua DPC APDESI Maros, disaksikan jajaran pengurus DPC dalam momen Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Internal di Hotel Ibis Makassar City.

MAROS – Kepala Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, H. Wahyu Febri kembali dipercaya memimpin Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Maros untuk kedua kalinya, saat ini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC APDESI Maros.

Penunjukan oleh Ketua DPD APDESI Sulawesi Selatan, Andi Wahyuddin Mapparenta menjadi langkah strategis dalam mempercepat konsolidasi organisasi serta memulihkan stabilitas internal yang sempat mengalami dinamika.

Bacaan Lainnya

Kembalinya Wahyu Febri tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga dibarengi dengan penyusunan struktur kepengurusan yang diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi secara kolektif dan profesional.

Adapun susunan pengurus inti DPC APDESI Kabupaten Maros saat ini adalah sebagai berikut:

Ketua Umum : H. Wahyu Febri

Wakil Ketua : Abd. Haris ( Kepala Desa Bonto Manai )

Sekretaris : Muhammad Iqbal ( Kepala Desa Moncongloe )

Bendahara : Nurdiana ( Kepala Desa Purnakarya )

Wakil Bendahara : A. Abbas Massuro ( Kepala Desa Toddopulia )

Formasi ini disebut-sebut sebagai, tim pemulih yang diharapkan mampu mengembalikan arah organisasi agar lebih solid, terukur dan profesional di tengah tuntutan besar terhadap peran kepala desa.

Penunjukan dan penguatan struktur ini berlangsung dalam kegiatan Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Internal DPC dan DPD APDESI Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Ibis Makassar City, Selasa (31/04/2026) beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan tegasnya, Wahyu Febri tak menampik adanya tantangan besar yang harus dihadapi di periode keduanya.

Ia juga menegaskan, kepemimpinan kali ini bukan soal jabatan, melainkan pertaruhan marwah organisasi.

“Ini bukan sekadar kembali memimpin. Ini tentang mengembalikan kepercayaan yang sempat goyah, memperkuat solidaritas dan menjaga marwah APDESI sebagai rumah besar kepala desa,”jelas Wahyu, Jumat (03/04/2026).

Ia juga secara terbuka menyerukan agar seluruh elemen meninggalkan perbedaan yang selama ini menjadi pemicu friksi.

“Tidak boleh lagi ada sekat. Kalau APDESI ingin kuat, kita harus bersatu. Organisasi ini harus menjadi kekuatan nyata dalam memperjuangkan kepentingan desa dan masyarakat,”tegasnya.

Momentum kembalinya Wahyu Febri dinilai sebagai titik krusial. Jika konsolidasi berjalan efektif, APDESI Maros berpeluang besar kembali menjadi organisasi yang solid, berpengaruh dan mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi kepala desa.(*)

Pos terkait