WAJO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Wajo melalui program Multiyears Project (MYP) 2025–2027.
Fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan dan rehabilitasi daerah irigasi guna meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Wajo ke-627 yang mengusung tema “Mengokohkan Kebersamaan Menuju Wajo Maradeka” di Kantor Bupati Wajo, Kamis (09/4/2026).
“Khusus di Wajo, pembangunan lima ruas jalan strategis serta penguatan sektor irigasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Bantuan Rp15 Miliar untuk Wajo
Selain program jangka menengah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengucurkan bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar untuk tahun anggaran 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Wajo. Bantuan ini difokuskan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Mari kita jaga dan kawal bersama pembangunan ini. Dengan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge dari Wajo untuk Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter,”paparnya.
Lima Ruas Jalan Strategis Senilai Rp230 Miliar
Melalui program MYP, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Wajo masuk dalam Paket 4 dengan total anggaran mencapai Rp230 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk penanganan lima ruas jalan strategis, yaitu:
- Batas Soppeng – Ulugalung: Rp17 miliar
- Impa-Impa – Anabanua: Rp37 miliar
- Anabanua – Malake – Batas Sidrap: Rp53 miliar
- Solo – Peneki – Kulampu: Rp65 miliar
- Doping – Atapange: Rp56 miliar
Gubernur menjelaskan, ruas-ruas tersebut merupakan kewenangan provinsi yang selama ini menjadi kendala akses masyarakat dan telah lama menjadi prioritas penanganan.
Rehabilitasi Irigasi Rp48 Miliar
Di sektor sumber daya air, Kabupaten Wajo juga masuk dalam Paket 2 program MYP dengan total anggaran sekitar Rp48 miliar untuk rehabilitasi daerah irigasi (DI). Program ini mencakup:
- DI Cilellang: Rp21 miliar
- DI Cenrana: Rp26 miliar
“Rehabilitasi ini bertujuan mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar kembali optimal dalam mendukung produktivitas pertanian,”jelas Andi Sudirman Sulaiman.
Dorong Pengembangan Kawasan Bosowasi
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus mendorong pembangunan sektor lain di Wajo secara bertahap. Program tersebut meliputi rehabilitasi sekolah, bantuan benih pertanian hingga dukungan di bidang keagamaan dan kesehatan.
Menurut Gubernur, upaya ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan Bosowasi (Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai) sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
“Ini bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,”pungkasnya.
Dengan berbagai program strategis tersebut, diharapkan Kabupaten Wajo mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(*)






