JAKARTA -Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Bintang Timur, Daenk Jamal menerima kunjungan kehormatan delegasi pengusaha asal Arab Saudi di Jakarta, Selasa (19/05/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama ekonomi strategis yang melibatkan pengusaha lokal dan jaringan organisasi di seluruh Indonesia.
Kemitraan internasional ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata di 38 provinsi melalui penguatan investasi, pengembangan UMKM hingga perluasan akses pasar global.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional, khususnya kawasan Timur Tengah.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan akses permodalan dan pembukaan jalur ekspor baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.
“ Kami ingin kerja sama ini tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke daerah. Potensi ekonomi di 38 provinsi harus bergerak bersama dan mendapatkan akses pasar internasional,”ujar Daenk Jamal.
Menurutnya, kemitraan dengan investor dan pengusaha internasional harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan peluang usaha baru di berbagai daerah.
“Kemitraan dengan pengusaha Arab Saudi ini menjadi peluang besar untuk memperkuat UMKM, membuka jalur ekspor baru, sekaligus menghadirkan investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya berfokus pada investasi, kolaborasi tersebut juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Garda Bintang Timur disebut siap memanfaatkan jaringan organisasi di seluruh provinsi sebagai penggerak program ekonomi dan investasi di lapangan.
“ Kami ingin para pelaku usaha lokal mampu bersaing secara global. Karena itu, transfer keahlian, standar bisnis internasional, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini,” jelas Daenk Jamal.
Ia menambahkan, investasi yang masuk ke Indonesia harus benar-benar memberi manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, bukan hanya bersifat seremonial atau terpusat di kota-kota besar.
“ Investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal semakin terbukanya peluang kerja sama ekonomi antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan investasi dan perdagangan lintas negara.(*)






