Efisiensi Anggaran, Parepare Justru Jadi Panggung Internasional Sepak Takraw

Ketua Umum PB PSTI bersama para atlet sepak takraw

PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare resmi menerapkan kebijakan efisiensi anggaran belanja tahun 2026 sebagai langkah menata fiskal yang lebih berkelanjutan.

Penyesuaian ini berdampak langsung pada agenda strategis cabang olahraga di bawah naungan KONI, sehingga pemerintah harus lebih selektif terhadap cabang olahraga yang dianggap berpotensi besar.

Bacaan Lainnya

Di tengah keterbatasan itu, kabar gembira datang dengan ditetapkannya Parepare sebagai pusat pelatihan nasional (TC) sepak takraw oleh PB PSTI Pusat untuk persiapan Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang.

Ketua PSTI Kota Parepare sekaligus Wakil Ketua DPRD, Yusuf Lapanna, menegaskan bahwa keputusan ini menjadi energi baru bagi dunia olahraga Parepare.

“Kami bersyukur PB PSTI mempercayakan Parepare sebagai pusat pelatihan nasional. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga cambuk bagi cabang olahraga lain untuk lebih giat berprestasi. Pelatnas ini akan memperkenalkan Parepare di kancah internasional,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, PSTI Parepare selama ini aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mencari bibit atlet muda. Dengan adanya pelatnas, regenerasi atlet takraw diyakini semakin kuat.

“Kami berharap anak-anak Parepare bisa termotivasi, melihat langsung latihan timnas, lalu bercita-cita menjadi pemain nasional. Ini momentum luar biasa untuk berbenah dan memajukan sepak takraw Parepare,” jelasnya.

Dukungan pemerintah kota Parepare sendiri telah ditegaskan lewat surat rekomendasi resmi PB PSTI Nomor: 015049/KU/PB.PSTI/VI/2026, tertanggal 2 Juli 2026. Hal itu disampaikan, Wakil Sekjen PB PSTI, Jamal Razak bahwa surat tersebut menyetujui penggunaan GOR Gelora Mandiri sebagai arena latihan Pelatnas, dengan penanggung jawab kegiatan Prof. Dr. H. Surianto, AM., S.Ag., MM selaku Ketua Umum PB PSTI.

Latihan dijadwalkan berlangsung mulai 13 Juli hingga 10 September 2026. Pemerintah menetapkan sejumlah ketentuan, mulai dari menjaga kebersihan, keamanan, norma agama, adat istiadat, hingga berkolaborasi dengan organisasi terkait.

Momentum ini menjadikan Parepare bukan hanya kota hemat, tetapi kota sorotan. Efisiensi fiskal bertemu dengan prestasi olahraga, regenerasi atlet takraw semakin kuat, dan Parepare resmi menempatkan diri sebagai magnet olahraga nasional.

Kebijakan efisiensi anggaran memang menuntut selektivitas, tetapi kepercayaan PB PSTI menjadikan Parepare sebagai markas pelatnas takraw justru membuka peluang besar. Parepare bukan hanya hemat, tapi juga strategis dalam melahirkan prestasi internasional.

Pos terkait