KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Tingkat hunian hotel menurun dimasa pandemi Covid-19. Hampir seluruh hotel mengalami nasib yang sama sejak dua bulan terakhir. Hal tersebut berimbas pada biaya gaji karyawan. Hingga banyak hotel terpaksa merumahkan atau melakukan PHK terhadap pekerjanya. Termasuk di Parepare.
Namun demikian, Owner Hotel Parebeach, Edy Leonardo tidak merumahkan karyawan walau okupansi di hotelnya menurun. “Sepi sekali, tapi kami tetap mempertahankan karyawan,” ujarnya
Edy mengaku hingga saat ini tetap tak merumahkan karyawan karena sadar akan tanggung jawab sosial. Baik dirinya kepada karyawan maupun karyawan terhadap keluarganya. Ia mengharapkan masa sulit akibat korona cepat berlalu dan tidak berlangsung lama, hingga ekonomi bisa pulih kembali. “Semoga saja ini tidak berlangsung lama, karena semua sektor usaha terpukul,” katanya
Saat ini sebut dia, pihaknya mengelola dua Hotel dengan 35 karyawan. Para pekerja tersebut sampai saat ini masih bekerja seperti biasanya. “Kami tetap pertahankan mereka sambil melihat situasi kedepan,” jelas dia
Edy menambahkan, semua karyawannya di hotel masih beraktivitas seperti biasa dengan melayani tamu yang ada. Mereka pun tetap mendapatkan kompensasi upah. Bahkan katanya, dia juga bertekad membantu karyawan dengan suplemen vitamin untuk kebugaran dan beras bila mereka membutuhkan. Selain itu ia pun meminta pemerintah dapat memperhatikan situasi yang sulit ini agar pengusaha dapat tetap eksis.
Sementara Ketua PHRI Kota Parepare, Dipo Parawansa menuturkan sejumlah hotel di Parepare terpaksa tutup karena sepinya hunian kamar. Penutupan itu didasari karena okupansi hotel yang mengalami penurunan. “Sudah ada beberapa yang tutup karena cuma 5-10% saja yang terisi,” sebutnya.
Meski demikian, lanjut Dipo, beberapa diantara hotel di Parepare masih tetap bertahan dan tetap melayani para tamu. (wal)






