BBVet Maros Siap Terima Sampel Kiriman Swab Covid-19, Ini Penjelasan Hatta Rahman

KILASSULAWESI.COM, MAROS – Tiga daerah yang berada di Sulawesi Selatan akhirnya tidak perlu menunggu waktu lama lagi untuk mengetahui Spesimen atau sampel swab warga yang diduga terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Wilayah itu diantaranya, Kabupaten Maros, Pangkep dan Barru. Hal itu setelah Bupati Maros, Hatta Rahman, mengirimkan surat permintaan dilakukan pengujian spesimen swab dengan metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Veteriner (BBVet) Maros milik Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

Bacaan Lainnya

“Kita kesini untuk melihat kesiapan, karena beberapa bulan yang lalu kita menyampaikan surat kepada Kabalai, untuk meminta di tempat ini dilakukan pengujian, mengingat di Makassar terlalu padat. Selama ini sample kita dalam seminggu baru keluar hasilnya, bahkan lebih,” ujarnya saat ditemui di Kantor BBVet Maros, Jalan Dr. Ratulangi, Maros, Senin, 18 Mei 2020.

Hatta Rahman melanjutkan, insiatif itu muncul mengingat jumlah lab yang berada di Kota Makassar sangat minim, dimana jumlah sampel yang masuk terus bertambah di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dan membuat hasil spesismen swab masyarakat lama baru diketahui hasilnya.

“Jadi dengan digunakannya BBVET ini, saya yakin kita bisa lebih cepat tahu hasilnya. Karena selama ini ada yang sudah meninggal baru keluar hasilnya,” bebernya.

Ia menambahkan, jika semakin banyak laboratorium yang layak untuk menguji sampel, semakin cepat juga tindakan yang diambil pemerintah untuk menangani pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Ada juga yang sudah menjadi tranmisi, kita baru tahu kalau dia positif, jadi dengan adanya pengujian disini bisa lebih cepat, kita bisa lebih cepat kalau ada yang positif bisa diisolasi, bisa ada tindakan cepat,” tutup Bupati Maros dua periode itu.

Senada dengan itu, Kepala BBVet Maros, Risman Mangidi, mengatakan kesiapan awal LP BBVet Maros akan memulai penerimaan sample Covid-19 yang berasal dari tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi, bahkan pembagian wilayah tugas kami untuk menerima sample itu berada di tiga kabupaten, yaitu kabupaten Pangkep, Barru dan Kabupaten Maros,” bebernya.

“Sebenarnya kami diminta kesediaan di hari senin untuk memulai menerima sample dari tiga kabupaten tersebut, tetapi karena mengingat kami harus memisahkan penerimaan sample antara hewan dan manusia, tentunya kami harus benar-benar mempersiapkan diri supaya ini berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.(*/ade)

Pos terkait