KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Harga gabah yang anjlok kembali di keluhkan para petani dari Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Selasa 4 Mei 2021. Puluhan petani mengadukan hal itu ke DPRD Polman untuk dicarikan solusi agar harga gabah kembali normal. Pasalnya, pembelian gabah yang dilakukan para pengepul tidak sesuai kesepakatan yang telah dibangun beberapa waktu lalu antara DPRD, Bulog dan KTNA.
Aduan tersebut itu langsung ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD Polman, Hamzah Syamsuddin dengan memanggil pihak terkait untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kita akan cari tahu siapa pemicu atas permainan harga gabah ditingkat Petani. Sebelumnya kan telah disepakati bersama 4.500/kg potongan 2 kg,kenapa di rubah menjadi 4.300/Kg Potongan 10 kg,”jelasnya.
Pihak Perpadi, Pemerintah, KTNA, dengan para petani sudah bersepakat, harga gabah yang diterapkan yakni Rp 4.500/Kg dengan potongan 2 persen. Namun, beberapa oknum tengkulak masih melakukan transaksi jual beli harga gabah petani di luar dari kesepakatan dan ini menyalahi kesepakatan.
Sementara itu, perwakilan petani Rudi dalam Forum RDP itu menyampaikan, beberapa oknum masih membeli gabah petani senilai Rp 4300 /Kg dengan potongan sangat tinggi yakni 10 Kg. Sehingga ini sangat merugikan petani. “Saat ini pengepul membeli gabah dengan harga 4300/Kg potongan 10 Kg, tanpa melihat kualitas gabah tersebut. Seandainya bilang gabah petani agak rusak, kita maklumi harga rendah, tapi kenyataannya di lapangan biar kualitas gabah bagus pembeli tetap membeli gabah dengan harga 4300/Kg potongan 10 Kg,”bebernya.
Rudi menegaskan, jiki ini yang dirasakan petani khusus yang ada di Desa Tonro Lima Kecamatan Matakali dan Desa Dakka Kecamatan Tapango. Akibatnya, para petani merasa dirugikan, pasalnya ketentuan harga diratakan dengan tidak melihat kualitas gabah lagi. (win/B)






