MAROS, KILASSULAWESI – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang sinergitas Forkopimda dalam mengahadapi Pemilu dan Pilkada serentak 2024 yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros berlangsung di Bali kembali menuai sorotan dari Celebes Law and Transparancy.
Koordinator Advokasi dan Investigasi Celebes Law and Transparancy, Arialdy Kamal sangat mengangkat perjalanan yang dilakukan oleh 31 orang anggota DPRD Maros bersama Bupati Maros ke Bali ditengah cuaca estkrim dan banjir yang masih terjadi.
Dirinya juga menganggap perjalanan dengan dalih apapun saat bencana sangatlah tidak etis dilakukan. Terlebih banyak warga yang membutuhkan perhatian dari para wakil rakyat dan juga pemimpinnya.
“Jelas tidak etis karena saat ini masih ada bencana. Dalih apapun itu sebenanya tidak bisa dibenarkan. Masyarakat kita ini sedang butuh empati, tapi justru mereka malah pergi,”kata Arialdi Kamal.
Ia juga menyebut, bahwa agenda yang digelar oleh anggota DPRD Maros itu dianggap tidak begitu penting dan masih bisa ditunda, karena masyarakat lebih membutuhkan mereka dibandingkan harus menggelar Bimtek di Bali.
“Kami menilai agendanya yang dilakukan oleh anggota DPRD Maros itu hanya sekedar pemborosan. Kan bisa dilaksanakan di Maros kenapa mesti ke Bali. Sepertinya hanya kedok saja untuk pelesiran. Lebih baik anggaran yang digunakan ke Bali itu diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir, agar terkesan anggota DPRD Maros masih punya kepedulian terhadap masyarakat,” kata mantan Ketua HPPMI Maros, Arialdi Kamal.
Arialdi Kamal juga mengatakan, dari hasil Bimtek yang digelar DPRD Maros di Bali tersebut, apa yang dapat di persembahkan oleh masyarakat Kabupaten Maros.
“Kami hanya menilai dan menduga bahwa kegiatan Bimtek yang digelarnya ini hanya semata-mata untuk liburan, happy-happy dan terkesan menghabiskan anggaran. Coba kita lihat nanti tidak hasilnya pasti dari kegiatannya yang dilakukan oleh para wakil rakyat kita,”tutup Arialdi Kamal.(*)






