Dilaporkan ke Polisi, Iksan Iskak: Saya tak Pernah Menyebut Nama Pelapor

Pemilik akun, Iksan Iskak dilaporkan Arifuddin yang menjabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare terkait cuitannya di medsos

PAREPARE, KILASSULAWESI– Drs Arifuddin melaporkan Iksan Iskak yang tak lain merupakan ahli waris lahan SMPN 9 Kota Parepare atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial ke Polres Parepare. Iksan dilaporkan ke polisi per tanggal 6 Juni 2023.

Sesuai surat yang diterima Iksan, tertulis undangan klarifikasi yang dijadwalkan pada Senin 12 Juni 2023 di ruang pemeriksaan unit III Tipiter Satreskrim Polres Parepare.

Ia diundang untuk dimintai keterangan/klarifikasi berkaitan dengan laporan Drs Arifuddin tentang dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Iksan yang dikonfirmasi seusai mendatangi Polres Parepare mengaku diterima oleh penyidik.

Namun dirinya enggan diperiksa untuk dimintai keterangan, sebab Iksan mengaku didalam postingannya di media sosial miliknya tidak pernah menyebut nama pribadi sang pelapor.

“Saya tidak mau diambil keterangan, sebab dipostingan saya tidak pernah menyebut pribadinya, saya selalu menyebut kadis…kadis…kadis…,” kata Iksan saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Polisi, kata Iksan menerima, prihal ketidakinginannya dimintai keterangan atas kasus pencemaran yang dilayangkan Drs Arifuddin. Namun dirinya siap dipanggil ulang apabila diperlukan. “Saya siap dijadwal ulang,” ujarnya.

Sebelumnya, Arifuddin Idris yang menjabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare mengaku gerah setelah dirinya sering diserang lewat media sosial. Karenanya, ia melaporkan akun medsos yang dimaksud untuk memberikan efek jera.

“Saya sudah sering diserang di medsos oleh yang bersangkutan, tapi saya bersabar karena itu menyangkut pekerjaan. Copot Kadis Pendidikan lah, dan lain-lain. Tapi saya anggap itu hal biasa, karena Presiden saja disuarakan di medsos, ganti lah, copot lah, turunkan lah, apalagi hanya Kadis Pendidikan. Tapi yang ini sudah menyangkut pribadi saya, dan itu mengganggu keluarga saya. Sehingga saya menempuh jalur hukum supaya menjadi pembelajaran, kenapa harus mengupload hal-hal pribadi seperti itu,”kata Arifuddin disejumlah media siber.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *