Kejari Parepare Musnahkan Barang Bukti 36 Perkara Tindak Pidana

Kejari Parepare pimpin pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap

PAREPARE, KILASSULAWESI– Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare memusnahkan sejumlah barang bukti yang berasal dari 36 perkara tindak pidana yang diputuskan di tahun 2021 hingga 2023. Dipastikan barang bukti yang dimusnahkan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Parepare, Edi Dikdaya usai pemusnahan barang bukti menuturkan, yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan Kejari Parepare dari sejumlah kasus yang terjadi sejak tahun 2021 hingga 2023. “Dari 23 kasus perkara narkoba dan 13 perkara lainnya telah inkrah dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Edi pun merincikan, beberapa barang bukti perkara yang dimusnahkan berupa narkotika sebanyak 109 saset dengan berat total 336,89 gram, Sendok plastic sabu sebanyak 6 buah, Pirex sebanyak 4 buah, Bong sebanyak 8 Buah, Timbangan Digital sebanyak 3 unit, Plastik berperekat kosong sebanyak 11 bundel, Ekstacy sebanyak 60 sascet dengan total 541 tablet, Obat sebanyak 30 strip + 8 butir ataraks aprazalone dengan total 308 butir.

Tak hanya itu, ada juga senjata tajam sebanyak 19 Buah terdiri dari 2 buah sabit, 4 buah badik, 1 buah parang, 2 buah ketapel, 10 buah anak panah, pakaian sebanyak 14 lembar dan 1 buah sepatu, Minuman Keras sebanyak 105 botol dan 8 liter tuak, dan barang lainnya sebanyak 10 buah terdiri dari dompet, 5 buah, vape, buku agenda, korek api, jam tangan, dan gagang pintu.

” Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara diblender. Ada juga yang dibakar. Proses pemusnahan kami lakukan dengan cara melarutkan narkotika di dalam blender kemudian dibuang, sedangkan barang bukti lainnya kami bakar dan di gerinda adapun jenis tuak atau miras kami tuang ke tanah,” beber Edi, Selasa 22 Agustus, pagi tadi.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat agar dapat turut mengambil peran dalam upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. “Mari sama-sama kita berantas dan mencegah penyalahgunaan narkoba dan saling menjaga dari segala tindak kejahatan agar lingkungan sehat dan aman,” tutupnya.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *