Semarak HUT Kemerdekaan di RSUD Andi Makkasau

Semarak HUT kemerdekaan di RSUD Andi Makkasau

PAREPARE, KILASSULAWESI– Tanpa mengenyampingkan layanan bagi masyarakat dan pasien. Semarak menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 78 juga dilaksanakan RSUD Andi Makkasau Kota Parepare dengan beragam lomba.

Kegiatan itu diikuti oleh para pegawai RSUD, di antaranya lomba lari kelereng, lomba makan kerupuk, lomba masukan pensil ke dalam botol, lomba suap pisang, dan lomba jalan balok.

Bacaan Lainnya

Karena serunya lomba-lomba ini, jajaran direksi, manajemen, hingga dokter dan tenaga kesehatan tidak ketinggalan ikut berlomba.

Terlihat Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Andi Makkasau, dr H Ibrahim Kasim ikut berpartisipasi mengikuti lomba lari kelereng bersama para karyawan dan nakes.

Suasana keakraban, kompak, dan silaturahmi antar direksi, manajemen, karyawan hingga tenaga kesehatan pun terlihat begitu harmonis.

Tawa dan teriakan semangat yang selalu mengaung selama pelaksanaan perlombaan, selain civitas euforia masyarakat sekitar dan pengunjung RS pun ikut larut dalam suasana ini.

Namun di balik keseruan itu, pelayanan kepada pasien tetap normal atau tidak terganggu. “Dengan kegiatan ini kita pererat tali kekeluargaan sehingga menghadirkan semangat dan etos kerja untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” kata Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Hj Renny Anggraeny Sari.

dr Renny mengemukakan, silaturahmi sesama jajaran RSUD Andi Makkasau akan melahirkan persepsi yang sama, melahirkan kekompakan, kesolidan dalam mewujudkan pelayanan maksimal sesuai visi, misi RSUD Andi Makkasau, serta menjadi poin sasaran dan target dari tiga pilar pembangunan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yakni pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Melalui lomba ini, juga kita mendorong bagaimana peran sejarah nakes bersama para pejuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan di masa lalu. Di sini terpatri jiwa nasionalimse dan patriotisme, terlebih perjuangan di sisi kemanusiaan,” ungkap Renny.

Sementara dr Ibrahim Kasim menyebutkan, permainan yang dilombakan itu, mengangkat kearifan lokal sebagai wujud pelestarian olahraga tradisional yang berkonsep kekinian.

“Kita lihat bersama-bersama mulai jajaran direksi, manajemen, nakes, hingga karyawan nuansa keakraban, silaturahmi begitu kental saat mereka berlomba,” tandas dr Ibrahim.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *