Semangat WR Supratman Harus Jadi Inspirasi Berkarya Generasi Muda

JAKARTA, KILASSULAWESI– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan semangat kepahlawanan dan perjuangan dari sosok Wage Rudolf (WR) Supratman harus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir pada konser yang digagas Yayasan Wage Rudolf Soepratman bertajuk “Peluncuran Album Perdana Lagu-lagu Ciptaan WR Soepratman” di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat, 10 November, malam tadi.

Bacaan Lainnya

Sandiaga menjelaskan konser tersebut terasa istimewa karena menghadirkan penampilan Antea Putri Turk yang merupakan salah seorang cicit buyut dari Ngadini Soepratini yang tak lain adalah kakak kandung WR Soepratman.

“Selamat atas peluncuran lagu-lagu perdana WR Supratman. Ini adalah sebuah milestone di Hari Pahlawan 10 November. Ini adalah capaian yang sangat membanggakan, sukses bagi yayasan yang terus berjuang meluruskan fakta sejarah pahlawan WR Supratman,” ujar Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga terus mendorong karya-karya generasi muda sekaligus berharap mereka dapat mengambil inspirasi dari sosok WR Soepratman yang berjuang untuk negeri melalui lagu-lagu patriotik dan melodi yang indah.

“Atas nama Kemenparekraf, kami terus mendorong dan tentunya pada hari yang penuh berkah ini kita berharap lagu Indonesia Raya 3 Stanza versi asli dan ada 14 lagu ciptaan WR Supratman lainnya yang sangat patriotik dan indah bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda kita. Semoga kita mendapatkan inspirasi,” ujarnya.

Pada gelaran konser “Peluncuran Album Perdana Lagu-lagu Ciptaan WR Soepratman” tersebut, Antea Putri Turk tampil secara apik bersama rombongan orkestra membawakan sebanyak 12 lagu.

Deret lagu yang dimainkan pada konser istimewa memperingati Hari Pahlawan berdurasi sekitar 90 menit itu yakni “Indonesia Raya” versi 3 stanza, “Dari Barat Sampai ke Timur”, “Indonesia Hai Ibuku”, “Matahari Terbit”, “Pahlawan Merdeka”, “Ibu Kita Kartini”, “Di Timur Matahari”, “Mars Parindra”, “Mars KBI”, “Mars Surya Wirawan”, “Indonesia Tjantik”, dan “Selamat Tinggal”.

Lagu “Dari Barat Sampai ke Timur” kemudian dinyanyikan kembali sebagai penutup konser tersebut. Khusus untuk gelaran tersebut, Antea sendiri telah membuat melodi dua lagu WR Soepratman yang sempat terlupakan dan menjadi harta karun bangsa yaitu “Indonesia Hai Ibuku” dan “Indonesia Tjantik”.

“Saya baru tahu kalau lagu ‘Dari Barat Sampai ke Timur’ ternyata ‘Dari Sabang Sampe Marauke’. Antea keren sekali. Anak GenZ yang mampu mendalami dengan sepenuh hati lagu-lagu WR Supratman.

Yang kerennya lagi Antea bisa menggunakan logat tahun 1920an dengan penjiwaan yang luar biasa. Ini talenta kita yang harus kita bawa ke level dunia,” ujar Menparekraf Sandiaga.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *